of 11

10195-19695-1-SM

Description
now
Transcript
  DIPONEGORO JOURNAL OF ACCOUNTING Volume 3, Nomor 4, Tahun 2014, Halaman 1 http://ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/accounting ISSN (Online): 2337-3806   ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KUALITAS PELAPORAN BISNIS MELAUI INTERNET ( INTERNET BUSINESS REPORTING  ) PADA WEBSITE PERUSAHAAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA Setyo Slamet Riyadi Wahyu Meiranto 1   Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro  ABSTRACT The rapid growing of the internet creates a new way for the companies to disseminate their business informations in better quality,low costs, and can reach the wider users. Although the  Internet provides some benefits in corporate disclosure practice, not all companies presenting their business informations on the internet. In other words, there are various factors that influence the  practice of internet business reporting (IBR). This study aims to examine the potential factors that may affect the level of IBR. Such as firm size, profitability, listing age, auditor type, industry type,  foreign-listing status, and competition of industry.Internet Business Quality Index (IBRQ Index) is used to measure the level of internet business reporting on the Indonesian listed companies. By using purposive sampling methods, 259 companies were chosen. Multiple regression analysis is used to examine the determinants of the internet reporting, the results show that firm size and  foreign-listing status positively and significantly influences to IBR; profitabilitiy, auditor type and industry type positively and unsignificantly influences to IBR; listing age negatively and  significantly influences to IBR;competition of industry negatively and unsignificantly influences to  IBR.  Keywords : Internet, IBR, IBRQ Index, Multiple regression PENDAHULUAN Perkembangan yang cepat dalam internet memberikan banyak manfaat untuk perusahaan dalam berbagai aktivitas. Pada tahap awal perkembangan internet, perusahaan menggunakan internet utamanya untuk aktivitas pemasaran, namun sekarang perusahaan telah menggunakan internet sebagai alat komunikasi untuk menyediakan informasi-informasi perusahaan, termasuk  penyebarluasan informasi bisnis dan keuangan kepada  stakeholders (Hanafi, 2008). Internet menawarkan berbagai kemungkinan kepada perusahaan untuk menyajikan informasi keuangan perusahaan dengan kuantitas yang lebih tinggi, biaya yang lebih murah dan dapat menjangkau para pemakai secara luas tanpa halangan geografis (Xiao et al  ., 2002). Meskipun internet dapat memberikan beberapa manfaat dalam praktik pengungkapan perusahaan, tidak semua perusahaan menyajikan laporan keuangan dalam website  pribadi mereka (Xiao et al , 2004). Dengan kata lain, terdapat berbagai faktor yang mempengaruhi pilihan perusahaan untuk melakukan praktik IBR. Hasil penelitian tentang IBR masih menghasilkan temuan yang tidak konsisten (lihat misalnya Asbaugh et al  .,1999; Ettredge et al  ., 2002; Marston, 2003; Oyelere,2003;Marston dan Polei, 2004; Xiao et al 2004; Abdelsalam , 2007;Wibowo,2008; Aly et al, 2010), sehingga perlu dilakukan pengujian lebih lanjut untuk mengetahui konsistensi temuan  jika diterapkan pada kondisi lingkungan yang berbeda. Penelitian in bertujuan untuk menganalisis dan menemukan bukti empiris pengaruh ukuran  perusahaan , profitabilitas, umur listing, tipe auditor, tipe industri, status  foreign listing   perusahaan, dan kompetisi industri sebagai faktor yang dapat mempengaruhi kualitas internet business reporting  . 1  Corresponding author  DIPONEGORO JOURNAL OF ACCOUNTING Volume 3, Nomor 4, Tahun 2014, Halaman 2   2 KERANGKA PEMIKIRAN TEORITIS DAN PERUMUSAN HIPOTESIS Hubungan agensi muncul ketika satu orang atau lebih (  principal  ) mempekerjakan orang lain ( agent  ) untuk memberikan suatu jasa, kemudian mendelegasikan wewenang pengambilan keputusan kepada agen tersebut. Teori keagenan dapat menjelaskan dorongan manager untuk melakukan pengungkapan( disclosure ), Watson et al  . (2002) dalam Aly et al (2010) menyatakan  bahwa manajer memiliki dorongan untuk meningkatkan pengungkapan perusahaan untuk meyakinkan pemegang saham bahwa mereka bekerja dengan optimal, hal tersebut dikarenakan manajer mengetahui bahwa pemegang saham berusaha untuk mengendalikan perilakunya melalui aktivitas perikatan dan pengawasan. Teori biaya kepemilikan (  proprietary cost theory)  menyatakan bahwa perusahaan membatasi pengungkapan sukarela ke pasar keuangan karena adanya biaya yang timbul dari  pengungkapan tersebut. Alvarez (2008) menyatakan bahwa terdapat dua macam biaya yang  berhubungan dengan pengungkapan informasi perusahaan. Biaya pertama meliputi biaya  pemrosesan, pengumpulan serta penyebaran informasi. Biaya kedua timbul ketika pengungkapan  perusahaan digunakan oleh pengguna eksternal yang dikemudian hari dapat membahayakan posisi kompetitif perusahaan. Pengaruh Ukuran Perusahaan terhadap Pelaporan Bisnis Melalui Internet Ukuran perusahaan adalah suatu skala dimana dapat diklasifikasikan besar kecil  perusahaan menurut berbagai cara, antara lain: total aktiva, penjualan , kapitalisasi pasar, dan lain-lain. Berdasarkan total asset, pada dasarnya ukuran perusahaan terbagi dalam tiga kategori yaitu  perusahaan besar ( large firm ), perusahaan menengah ( medium-size ) dan perusahaan kecil (  small  firm ). (Machfoedz, 1994). Berdasarkan agency theory , Hossain et al   (1995) menyatakan bahwa agency costs cenderung meningkat seiring dengan peningkatan ukuran perusahaan. Pengungkapan sukarela dapat mengurangi agency costs  yang signifikan yaitu monitoring cost,  Untuk itu, perusahaan besar cenderung melakukan IBR dengan tujuan untuk mengurangi agency costs  seperti biaya pencetakan dan pengiriman laporan keuangan. Perusahaan besar akan lebih berkemungkinan untuk memposting pelaporan keuangannya dalam website . Hal ini dikarenakan perusahaan yang besar biasanya memiliki lebih banyak produk dan jaringan distribusi produk yang lebih kompleks (Asbaugh et al   (1999) dalam Aly (2010). Perusahaan besar akan lebih kompleks, sehingga pengungkapan akan diperlukan untuk membedakan dengan perusahaan yang lebih sederhana. Asbaugh et al   (1999), Oyelere et al   (2003), Ettredge (2002), Martson (2003), Martson dan Polei (2004), dan Wibowo (2008) menemukan  bukti bahwa ukuran perusahaan berpengaruh signifikan terhadap praktik IBR.  H1: Ukuran perusahaan berpengaruh positif terhadap kualitas pelaporan bisnis melalui internet  . Pengaruh Profitabilitas terhadap Pelaporan Bisnis Melalui Internet Rasio profitabilitas adalah rasio yang mengukur efektifitas manajemen secara keseluruhan yang ditunjukkan dengan besar kecilnya keuntungan yang diperoleh dalam hubungannya dengan penjualan dan investasi.  Agency theory  memberikan pandangan bahwa manajer pada perusahaan dengan profitabilitas yang lebih besar memungkinkan untuk mengungkapkan lebih banyak informasi untuk memperoleh keuntungan-keuntungan personal seperti keberlanjutan posisi di dalam manajemen dan kompensasi (Inchausti(1997) dalam Hossain (1995). Disamping itu, Marston (2003) mengatakan bahwa perusahaan-perusahaan yang  profitable  akan memiliki lebih banyak sumber daya keuangan untuk memberikan pengungkapan tambahan. Dengan kata lain, semakin  profitable  suatu perusahaan, maka semakin besar kemungkinannya bagi mereka untuk mengungkapkan informasi keuangan tambahan, salah satunya melalui internet. Martson dan Polei (2004), dan Aly et al   (2010) menemukan bukti bahwa  profitabilitas perusahaan berpengaruh terhadap praktik IBR.  DIPONEGORO JOURNAL OF ACCOUNTING Volume 3, Nomor 4, Tahun 2014, Halaman 3   3  H2 : Profitabilitas perusahaan berpengaruh positif terhadap kualitas pelaporan bisnis melalui internet. Pengaruh Umur Listing terhadap Pelaporan Bisnis Melalui Internet Umur listing perusahaan adalah umur perusahaan yang dihitung berdasarkan tanggal IPO (  Innitial Public Offering  ) perusahaan. Semakin lama umur listing perusahaan, perusahaan akan cenderung mengungkapkan informasinya lebih luas. Owusu-Ansah (1998) memberikan tiga alasan yaitu, pertama, Perusahaan yang lebih muda akan mengalami kerugian kompetitif apabila mereka mengungkapkan informasi seperti biaya penelitian , biaya modal dan pengembangan produk. Kedua, biaya seputar pengungkapan informasi seperti biaya pengumpulan, pemrosesan dan  penyebarluasan informasi, mungkin dapat memberatkan perusahaan yang lebih muda. Ketiga,  perusahaan yang lebih muda belum memiliki pengalaman atau track    record   dalam pengungkapan informasi. Dalam konteks teori agensi, manajer yang memiliki perspektif opportunistic behaviour akan memanfaatkan keleluasaannya untuk memaksimumkan bonus pribadi dengan manajemen laba. Manajer akan cenderung melakukan pengungkapan yang minimal agar tercipta kondisi asimetri informasi sehingga manajer lebih leluasa melakukan manajemen laba tanpa terdeteksi (Halim dkk, 2005). Umur perusahaan merupakan faktor yang dapat membatasi keleluasaan manajerial (Finkelstein dan Hambrick, 1996 dalam Syafruddin, 2006). Semakin tua umur  perusahaan, manajer akan lebih senang untuk mengikuti rutinitas-rutinitas yang telah dibuat dan membatasi perilaku yang eksploratif (Hannan dan Freeman, 1984; Nelson dan Winter, 1982 dalam Li dan Tang ,2010). Dengan semakin terbatasnya keleluasaan manajer, asimetri informasi diantara agen dan prinsipal akan semakin berkurang (Halim dkk, 2005). Sehingga semakin tua umur perusahaan dimungkinkan perusahaan akan memiliki tingkat pengungkapan yang lebih baik dibandingkan dengan perusahaan muda.  H3 : Umur listing perusahaan berpengaruh positif terhadap kualitas pelaporan bisnis melalui internet. Pengaruh Tipe Auditor terhadap Pelaporan Bisnis Melalui Internet Manajemen selaku pengelola perusahaan memiliki informasi tentang perusahaan lebih  banyak dan lebih dahulu daripada pemegang saham sehingga terjadi asimetri informasi yang memungkinkan manajemen melakukan praktek akuntansi dengan orientasi pada laba untuk mencapai suatu kinerja tertentu (Manajemen laba) (Herawati, 2008 ). Manajemen laba merupakan salah satu faktor yang dapat mengurangi kredibilitas laporan keuangan, manajemen laba menambah  bias dalam laporan keuangan dan dapat mengganggu pemakai laporan keuangan yang mempercayai angka laba hasil rekayasa tersebut sebagai angka laba tanpa rekayasa (Setiawati dan  Na’im, 2000 dalam Rahmawati dkk, 2006). Teori agensi memberikan pandangan bahwa masalah manajemen laba tersebut dapat diminimumkan dengan pengawasan sendiri melalui Good Corporate Governance , salah satunya melalui mekanisme monitoring untuk menyelaraskan ( alignment  ) perbedaan kepentingan pemilik dan manajemen, antara lain dengan; (1) memperbesar kepemilikan saham perusahaan oleh manajemen ( manajerial ownership ) (Jensen Meckling, 1976 dalam Herawati, 2008); (2) kepemilikan saham oleh institusional karena mereka dianggap sebagai  sophisticated investor   dengan jumlah kepemilikan yang cukup signifikan dapat memonitor manajemen yang berdampak mengurangi motivasi manajer untuk melakukan  Earnings Management  . (Pratana dan Mas’ud,  2003 dalam Herawati, 2008); (3) peran monitoring yang dilakukan dewan komisaris independen (Barnhart & Rosenstein, 1998 dalam Herawati, 2008); (4) kualitas audit yang dilihat dari peran auditor yang memiliki kompetensi yang memadai dan bersikap independen sehingga menjadi pihak yang dapat memberikan kepastian terhadap integritas angka-angka akuntansi yang dilaporkan manajemen (Mayangsari, 2003 dalam Herawati, 2008). Untuk memperoleh hasil pengauditan yang berkualitas, perusahaan menggunakan jasa kantor akuntan publik (KAP) yang mempunyai reputasi atau nama baik. Hal ini biasanya ditunjukkan dengan penggunaan kantor akuntan publik yang berafiliasi dengan kantor akuntan  publik besar yang berlaku universal yang dikenal dengan  Big Four Worldwide Accounting Firm (Big 4). KAP ternama mempunyai dorongan yang kuat untuk menjaga independensi mereka dan  DIPONEGORO JOURNAL OF ACCOUNTING Volume 3, Nomor 4, Tahun 2014, Halaman 4   4  berusaha melaporkan informasi selengkap mungkin kepada pemegang saham dan pihak-pihak yang  berkepentingan lainnya (Rezaee, 2003). Tipe auditor besar yaitu kantor akuntan publik internasional juga lebih mememungkinkan untuk memfasilitasi penyebaran pengetahuan mengenai  praktik-praktik yang inovatif, termasuk pengungkapan bisnis melalui internet ( Xiao et al   , 2004). Xiao et al   menemukan bukti bahwa tipe auditor berpengaruh signifikan terhadap praktik IBR.  H4 : Tipe auditor berpengaruh positif terhadap kualitas pelaporan bisnis melalui internet. Pengaruh Tipe Industri terhadap Pelaporan Bisnis Melalui Internet Teori agensi (  Agency Theory) mengimplikasikan adanya asimetri informasi antara manajer sebagai agen dan pemilik (dalam hal ini adalah pemegang saham) sebagai prinsipal. Asimetri informasi muncul ketika manajer lebih mengetahui informasi internal dan prospek  perusahaan di masa yang akan datang dibandingkan pemegang saham dan  stakeholder lainnya. Masalah dalam hubungan keagenan ini dapat diminimalisasi dengan adanya pengungkapan (Tanor,2009). Abdelsalam (2007) menyatakan bahwa pengungkapan informasi finansial perusahaan melalui internet dapat mengurangi asimetri informasi yang terjadi antara prinsipal dan agen. Perusahaan-perusahaan dalam industri teknologi dimungkinkan melakukan praktik IBR dibanding dengan perusahaan di dalam industri lain. Xiao et al   (2004) memberikan dua alasan yaitu Pertama, mereka memiliki keahlian yang lebih mengenai internet. Kedua, mereka memiliki dorongan untuk menunjukkan kepemimpinan teknologinya, sebagai contoh Microsoft adalah perusahaan pertama yang bereksperimen dengan pelaporan keuangan berbasis XBRL. Oyelere et al   (2003), Martson (2003), Xiao et al   (2004), dan Aly (2010) menemukan bukti bahwa tipe industri berpengaruh signifikan terhadap praktik IBR.  H5 : Tipe industri berpengaruh positif terhadap kualitas pelaporan bisnis melalui internet  . Pengaruh Status Foreign listing  terhadap Pelaporan Bisnis Melalui Internet Secara umum, investor asing akan lebih menghadapi tingkat asimetri informasi yang lebih tinggi dibanding investor domestik (Xiao, 2004). Salah satu faktor yang dapat menyebabkan terjadinya perbedaan penerimaan informasi (asimetri informasi) antara investor domestik dan investor asing yaitu faktor geografis. Namun demikian, perkembangan teknologi telah menjadikan  jarak geografis menjadi tidak terlalu signifikan lagi karena semakin besarnya luas jangkauan dan kecepatan informasi (Chandra, 2010). Untuk itu, perusahaan  foreign listing   harus menyediakan informasi yang lebih banyak melalui internet untuk mengurangi asimetri informasi diantara investor domestik dan investor asing. (Aly et al  , 2010). Disamping itu, Perusahaan yang terdaftar di  bursa efek luar negeri menghadapi permintaan terhadap pengungkapan tambahan dan akan menyediakan informasi yang lebih dibanding dengan perusahaan yang listing di bursa domestik dengan tujuan untuk mematuhi peraturan pada bursa efek luar negeri tersebut, jika peraturan menghendaki pengungkapan yang lebih banyak atau berbeda atau dibanding dengan di bursa domestik (Cooke, 1992 dalam Aly et al  , 2010). Xiao et al   (2004) dan Aly et al   (2010) menemukan hubungan positif antara status  foreign listing   perusahaan dan pengungkapan informasi perusaahaan melalui internet.  H6 : Status foreign listing perusahaan berpengaruh positif terhadap kualitas pelaporan bisnis melalui internet  . Pengaruh Kompetisi Industri terhadap Pelaporan Bisnis Melalui Internet Teori biaya kepemilikan (  proprietary cost theory)  menyatakan bahwa perusahaan membatasi pengungkapan sukarela ke pasar keuangan karena adanya biaya yang timbul dari  pengungkapan tersebut. Birt et al  . (2006) menemukan hubungan positif antara tingkat kompetisi dan pengungkapan informasi perusahaan. Perusahaan dengan tingkat kompetisi yang rendah memiliki tingkat  proprietary costs  yang lebih besar, sebagai konsekuensinya perusahaan akan cenderung lebih sedikit mengungkapkan informasinya yang dapat dimanfaatkan oleh kompetitor. Konsisten dengan hasil penelitian tersebut Harris (1998) menyatakan bahwa untuk menghindari
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks