Please download to get full document.

View again

of 112

Gambaran Wilayah Kabupaten Sukoharjo

Description
1. Kabupaten Sukoharjo III-1 BAB III GAMBARAN UMUM KABUPATEN SUKOHAJO 3.1 Batas Administratif Kabupaten Sukoharjo merupakan salah satu kabupaten yang terletak di Provinsi…
Transcript
  • 1. Kabupaten Sukoharjo III-1 BAB III GAMBARAN UMUM KABUPATEN SUKOHAJO 3.1 Batas Administratif Kabupaten Sukoharjo merupakan salah satu kabupaten yang terletak di Provinsi Jawa Tengah. Secara geografis Kabupaten Sukoharjo terletak pada posisi 110o 42’ 06.79” Bujur Timur – 110° 57’ 33.70” Bujur Timur dan 7° 32’ 17.00” Lintang Selatan – 7° 49’ 32.00” Lintang Selatan. Batas wilayah Kabupaten Sukoharjo meliputi:  Sebelah Utara : Kota Surakarta dan Kabupaten Karanganyar  Sebelah Timur : Kabupaten Karanganyar  Sebelah Selatan : Kabupaten Gunung Kidul (DIY) dan Kabupaten Wonogiri  Sebelah Barat : Kabupaten Boyolali dan Kabupaten Klaten Secara administrasi Kabupaten Sukoharjo terbagi menjadi 12 kecamatan yang terdiri atas 150 desa dan 17 kelurahan, dengan Ibukota Kabupaten yang terletak di Kecamatan Bendosari yang berjarak 12 km dari Kota Surakarta. Kabupaten Sukoharjo memiliki luas wilayah keseluruhan sebesar 46.666 Ha atau sekitar 1,43% luas wilayah Propinsi Jawa Tengah. Sumber: Hasil Observasi 2015 Gambar 3.1 Kabupaten Sukoharjo
  • 2. Kabupaten Sukoharjo III-2
  • 3. Kabupaten Sukoharjo III-3 Tabel III.1 Luas Wilayah Tiap Kecamatan Di Kabupaten Sukoharjo Keadaan Tahun 2013 No Kecamatan Luas (km2 ) Persentase (%) 1 Weru 41,98 9.00 2 Bulu 43,86 9.40 3 Tawangsari 39,98 8.57 4 Sukoharjo 44,58 9.55 5 Nguter 54,88 11.76 6 Bendosari 52,99 11.36 7 Polokarto 62,18 13.32 8 Mojolaban 35,54 7.62 9 Grogol 30,00 6.43 10 Baki 21,97 4.71 11 Gatak 19,47 4.17 12 Kartasura 19,23 4.12 Jumlah 466,66 100 Sumber: Kabupaten Dalam Angka, 2014 Luas Kabupaten Sukoharjo ±466,66 Ha sebagian besar penggunaan lahan di Kabupaten Sukoharjo adalah lahan pertanian. Luas wilayah di Kabupaten Sukoharjo beragam, Kecamatan yang memiliki luas tertinggi yaitu terdapat dibeberapa kecamatan yaitu kecamatan Polokarto yang berbatasan dengan Kabupaten karanganyar 62,18 km2, disusul dengan Kecamatan Bendosari dan Kecamatan Nguter. Ketiga kecamatan tersebut merupakan bagian selatan dari Kabupaten Sukoharjo. Kemudian luasan wilayah yang terkecil adalah di Kecamatan Kartasura 19,23 km2 yang merupakan bagian dari utara kabupaten dan berbatasan dengan Kota Solo. 3.2 Karakteristik Fisik Alam Aspek fisik alam merupakan salah satu aspek yang digunakan untuk mengetahui keadaan fisik suatu wilayah. Kondisi fisik alam tersebut meliputi kelerengan, curah hujan, jenis tanah, hidrogeologi dan sumberdaya air. Berikut gambaran kondisi eksisting fisik alam Kabupaten Sukoharjo. 3.2.1 Kelerengan Secara topografi Kabupaten Sukoharjo dapat dikelompokkan menjadi dua kelompok yaitu daerah datar meliputi Kecamatan Kartasura, Baki, Gatak, Grogol, Sukoharjo dan Mojolaban, sedangkan daerah yang miring meliputi Kecamatan
  • 4. Kabupaten Sukoharjo III-4 Polokarto, Bendosari, Nguter, Bulu dan Weru. Tempat tertinggi diatas permukaan air laut adalah Kecamatan Polokarto yaitu 125 m dpl dan yang terendah adalah Kecamatan Grogol yaitu 89 m dpl. Kelerengan atau kemiringan lahan yang terdapat di Kabupaten Sukoharjo terdiri 7 klasifikasi, dengan 3 klasifikasi pada umumnya yaitu; Kelerengan landai memeiliki kisaran kelerengan (0-8%) yang terdapat Kabupaten Sukoharjo yang berada di sebagian Kecamatan Weru, Bulu, Tawangsari, Nguter, Bendosari, Polokarto, Mojolaban, Grogol, dan Kartasura. Kemudian kelerengan landai (8- 15%) terdapat di wilayah Kabupaten Sukoharjo yang berada di sebagian Kecamatan Grogol, Mojolaban, Polokarto, Nguter, Bendosari, Bulu, Weru, dan Tawangsari. Sedangkan seluruh wilayah Kabupaten Sukoharjo, yang berada di sebagian Kecamatan Polokarto, Bulu, Weru, dan Tawangsari memiliki kelerengan yang beragam karena terdiri dari kelerengan rendah, landai dan curam. Berikut adalah tabel klasifikasi kelerengan di Kabupaten Sukoharjo. Tabel III.2 Klasifikasi Kelerengan yang terdapat di Kabupaten Sukoharjo Sumber: RDTR Kabupaten Sukoharjo 2013 - 2033 No Klasifikasi Kelerengan Wilayah 1 (0-2%) Meliputi seluruh wilayah Kecamatan di Kabupaten Sukoharjo 2 (2-5%) Kabupaten Sukoharjo yang berada di sebagian Kecamatan Weru, Bulu, Tawangsari, Nguter, Bendosari, Polokarto, Mojolaban, Grogol, dan Kartasura. 3 (5-15%) Wilayah Kabupaten Sukoharjo yang berada di sebagian Kecamatan Grogol, Mojolaban, Polokarto, Nguter, Bendosari, Bulu, Weru, dan Tawangsari. 4 (15-40%) Seluruh wilayah Kabupaten Sukoharjo yang berada di sebagian Kecamatan Grogol, Polokarto, Nguter, Bendosari, Bulu, Weru, dan Tawangsari. 5 >40% Seluruh wilayah Kabupaten Sukoharjo, yang berada di sebagian Kecamatan Polokarto, Bulu, Weru, dan Tawangsari.
  • 5. Kabupaten Sukoharjo III-5
  • 6. Kabupaten Sukoharjo III-6 3.2.2 Ketinggian Kabupaten Sukoharjo memiliki kemiringan datar (0-2%) seluas 36.443 Ha, bergelombang (2-15%) seluas 8.609,25 Ha, curam (15-40%) seluas 1.088,75 dan sangat curam seluas 525 Ha. Berdasarkan pada data yang tertera pada tabel tentang Ketinggian Wilayah Per Kecamatan di Kabupaten Sukoharjo, dapat diketahui bahwa Kecamatan Polokarto dan sekitarnya merupakan Kecamatan dengan dataran tinggi atau kemiringan terbesar pada Kabupaten Sukoharjo yaitu sebesar 125 m dpl, sedajgkan wilayah dengan kelandaian terbesar terdapat pada Kecamatan Grogol dan sekitarnya yaitu sebesar 89 m dpl. Hal tersebut sesuai pada Peta Kontur Kabupaten Sukoharjo yang menunjukkan bahwa kecuraman atau kemiringan lahan terbesar terdapat pada Kecamatan Polokarto, Bulu, Weru, dan Tawangsari.sebesar 15 - 40%. Berdasarkan lereng Kabupaten Sukoharjo keadaan daerah banyak yang terletak pada lereng yang kemiringannya 0-2 % sehingga dari kondisi tersebut daerah rawan longsor akan sangat sedikit dan bahkan bisa dikatakan bebas dari tanah longsor. Sedangkan yang lebih dari 40 % hanya terdapat di daerah Bulu yaitu di Desa Sanggang. Tabel III.3 Ketinggian Wilayah Per Kecamatan di Kabupaten Sukoharjo Sumber: BPN Kab. Sukoharjo No Kecamatan Ketinggian diatas Permukaan Laut (mdpl) 1 Weru 200 2 Bulu 107 3 Tawangsari 114 4 Sukoharjo 102 5 Nguter 95 6 Bendosari 104 7 Polokarto 116 8 Mojolaban 125 9 Grogol 104 10 Baki 89 11 Gatak 105 12 Kartasura 118
  • 7. Kabupaten Sukoharjo III-7
  • 8. Kabupaten Sukoharjo III-8 3.2.3 Jenis Tanah Jenis tanah di Kabupaten Sukoharjo didominasi oleh Asosiasi Aluvial Kelabu dan Aluvial Coklat Kelabu. Kemudian terdapat jenis tanah grumusol yang terbentuk dari material berlempung. Adapun warna dari tanah grumusol yaitu kelabu hitam dan bersifat subur. Sedangkan jenis tanah alluvial terbetuk dari endapan lumpur yang dibawa langsung melalui sungai-sungai dan bersifat subur. Namun jenis tanah tersebut apabila terjadi perubahan cuaca dan pergerakan tanah Kabupaten Sukoharjo berpotensi rawan longsor. Berdasarkan pada peta jenis dan struktur tanah Kabupaten Sukoharjo dapat terlihat bahwa jenis tanah yang terdapat pada Kabupaten Sukoharjo merupakan tanah jenis aluvial, gromosol, latosol, litosol, mediteran dan regosol. Tabel III.4 Jenis Tanah di Kabupaten Sukoharjo No Jenis Tanah Luasan (Ha) 1 Latosol Coklat Kemerahan 1.652 2 Mediteran Coklat 1.965 3 Asosiasi Gromosol Coklat Kelabu 9.292 4 Grumosol Kelabu Tua 6.084 5 Litosol 4.035 6 Asosiasi Aluvial Kelabu dan Aluvial Coklat Kelabu 11.162 7 Rigosol Kelabu 9.948 8 Aluvial Kelabu 1.837 9 Asosiasi Litosol dan Mediteran Coklat 691 Sumber: BPN Kab. Sukoharjo  Tanah Aluvial, disebut juga tanah endapan karena terbentuk dari endapan lumpur yang terbawa air hujan ke dataran rendah. Tanah ini bersifat subur karena terbentuk dari kikisan tanah humus. Tanah jenis ini terdapat pada Kecamatan Baki, Kecamatan Grogol, Kecamatan Sukoharjo dan sebagian Kecamatan Kartasura.  Tanah Gromosol, Jenis ini berasal dari batu kapur, batuan lempung, tersebar di daerah iklim subhumid atau subarid, dan curah hujan kurang dari 2.500 mm/tahun. tanah jenis ini terdapat pada Kecamatan Bendosari, Kecamatan Nguter, sebagian Kecamatan Mojolaban, Kecamatan Tawangsari, Kecamatan Bulu dan sebagian Kecamatan Polokarto.  Tanah Latosol, tersebar di daerah beriklim basah, curah hujan lebih dari 300 mm/tahun, dan ketinggian tempat berkisar 300–1.000 meter. Tanah ini terbentuk
  • 9. Kabupaten Sukoharjo III-9 dari batuan Gunung Api kemudian mengalami proses pelapukan lanjut. Jenis tanah ini terdapat pada Kecamatan Polokarto.  Tanah Litosol, merupakan jenis tanah berbatu-batu dengan lapisan tanah yang tidak begitu tebal. Bahannya berasal dari jenis batuan beku yang belum mengalami proses pelapukan secara sempurna terdapat pada Kecamatan Tawangsari dan Kecamatan Bulu.  Tanah Mediteran, tanah jenis ini berasal dari batuan kapur keras (limestone). Penyebaran di daerah beriklim subhumid, topografi karst dan lereng vulkan dengan ketinggian di bawah 400 m. Warna tanah cokelat hingga merah. Tanag mediteran terdapat pada sebagian Kecamatan Mojolaban.  Tanah Regosol, merupakan endapan abu vulkanik baru yang memiliki butir kasar. Penyebaran terutama pada daerah lereng Gunung Api. Tanah jenis tersebut terdapat pada Kecamatan Kartasura, Kecamatan Gatak dan Kecamatan Weru. 3.2.4 Curah Hujan Curah hujan rata-rata pada Kabupaten Sukoharjo berdasarkan data yang tersedia tercatat berkisar 1000 – 2500 mm. Kabupaten Sukoharjo terbagi pada 3 kategori intensitas curah hujan, antara 1000 – 1500 mm, 1500 – 2000 mm dan 2000 – 2500 mm. Wilayah dengan intensitas curah hujan terbesar di Kabupaten Sukoharjo terdapat pada Kecamatan Kartasura, sedangkan wilayah dengan intensitas curah hujan sedang terdapat pada Kecamatan Gatak, Kecamatan Baki, Kecamatan Tawangsari, Kecamatan Weru, Kecamatan Mojolaban, Kecamatan Polokarto serta sebagian Kecamatan Sukoharjo, wilayah dengan intensitas curah hujan terendah terdapat pada Kecamatan Grogol, Kecamatan Sukoharjo, Kecamatan Nguter, Kecamatan Bulu dan sebagian Kecamatan Bendosari. 3.2.5 Geologi Kondsi geologi yang terdapat di Kabupaten Sukoharjo berdasarkan peta geoloi terlihat bahwa Kecamatan Tawangsari, Kecamatan Bulu, Kecamatan Nguter, Kecamatan Sukoharjo, Kecamatan Bendosari dan sebagian Kecamatan Polokarto merupakan tanah Alluvium. Tanah Alluvium merupakan tanah hasil erosi yang diendapkan di dataran rendah. Ciri-ciri tanah aluvium adalah berwarna kelabu dan subur. Tanah ini cocok untuk tanaman padi, palawija, tebu, kelapa, tembakau, dan buah-buahan. Kecamatan Gatak, Kecamatan Baki, Kecamatan Grogol, Kecamatan Mojolaban, serta sebagian kecil Kecamatan Polokarto
  • 10. Kabupaten Sukoharjo III-10 merupakan tanah hasil dari Gunung Api Merapi menyebabkan tanah pada kawasan tersebut merupakan tanah yang subur. Kecamatan Weru serta sebagian Kecil Kecamatan Nguter merupakan tanah formasi mandalika. Tanah formasi mandalika merupakan salah satu formasi geologi di Pegunungan selatan Jawa Bagian Timur. Formasi ini tersusun atas breksi gunung api, lava dan tuff, sisipan batu pasir dan batu lanau. Tanah dengan jenis batuan gunung api lawu terdapat pada sebagian kecil Kecamatan Mojolaban. 3.2.6 Hidrologi Kabupaten Sukoharjo dalam suatu sistem hidrologi, merupakan kawasan yang berada pada aliran sungai Bengawan Solo, mengalir beberapa sungai yang tergolong besar seperti yaitu Sungai Bengawan Solo, Sungai Proyek Waduk GM, Sebagai Daerah aliran, dengan sendirinya merupakan daerah limpasan debit air dari sungai yang melintas dan sering mengakibatkan terjadinya banjir pada musim penghujan. Keadaan hidrologi ditunjukkan oleh keberadaan sungai, mata air, dan waduk yang terdapat di Kabupaten Sukoharjo. Keberadaan sungai di Kabupaten Sukoharjo merupakan bagian dari Daerah Pengembangan Sungai (DPS) Solo Hulu, Samin, dan Dengkeng; yang meliputi Sungai Bengawan Solo, Sungai Dengekeng, Sungai Brambang, Sungai Jlantah, Sungai Samin, Sungai Ranjing, dan Sungai Walikan. Tabel III.5 Daftar Nama Sungai di Kabupaten Sukoharjo No. Nama Sungai Luas (Km²) 1 Sungai Palur 8,00 2 Sungai Cabak 8,50 3 Sungai Samin 23,50 4 Sungai Dumpul as Samin 4,25 5 Sungai Grenjeng 8,50 6 Sungai Buret 5,75 7 Sungai Umet 11,00 8 Sungai Sambi 4,00 9 Sungai Ranjing 18,00 10 Sungai Langsur 7,00 11 Sungan Jlantah 15,75 12 Sungai Songgorunggi 8,00 13 Sungai Ambil-ambil 11,00 14 Sungai Padas 8,00
  • 11. Kabupaten Sukoharjo III-11 No. Nama Sungai Luas (Km²) 15 Sungai Gatel 5,30 16 Sungai Walikan 2,50 17 Sungai Gede 1,00 18 Sungai Kujon 5,00 19 Sungai Brambang 13,00 20 Sungai Pacinan 7,50 21 Sungai Buntung 12,00 22 Sungai Karanganyar 10,00 23 Sungai Gunting 7,00 24 Sungai Atas Aji 15,00 25 Sungai Pakelan 9,00 26 Sungai Krecekan 8,00 27 Sungai Larangan 8,00 28 Sungai Tempel 12,00 29 Sungai Siluwur 11,00 30 Sungai Tegalgondo 6,50 31 Sungai Kedawung 18,00 Sumber: Sub Dinas Pengairan DPU Kabupaten Sukoharjo Sumber air di Kabupaten Sukoharjo berasal dari Waduk Serba Guna Gajah Mungkur dan Sungai Bengawan Solo dan anak sungai yang sebagian besar dimanfaatkan untuk pertanian. Dari sumber air tersebut, terbagi dalam 4 daerah irigasi, yaitu:  Daerah Irigasi Jumeneng  Daerah Irigasi Colo Timur  Daerah Irigasi Trani  Daerah Irigasi Colo Barat Tabel III.6 Nama Dan Volume Air Waduk/ Situ/ Dam Di Kabupaten Sukoharjo No. Nama Volume (m³) Luas (m²) Kedalaman (m) 1 Embung Ponowaren 4,000 2,000 2,000 2 Embung Kenep 4,800 1,600 3,000 3 Embung Penggik 3,200 800,000 4,000 4 Embung Beji 7,500 2,500 3,000 5 Embung Grogol 7,000 3,500 2,000 6 Embung Kriwen 6,000 2,000 3,000 7 Waduk Mulur 250,000 1.412.600 2,5 Sumber: Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Sukoharjo, 2013
  • 12. Kabupaten Sukoharjo III-12 Terdapat 4 mata air yang ada di Kabupaten Sukoharjo, yaitu; Banyubiru di Kecamatan Weru, Pecinan di Kecamatan Bulu, Pundung Rejo di Kecamatan Tawangsari dan Ringin Pitu di Kecamatan Nguter. Sedangkan Waduk yang terdapat di Kabupaten Sukoharjo adalah Waduk Mulur dengan kapasitas air 3.435.000 m3 yang mampu mengairi sawah 4.787 Ha; dan Dam Colo yang mampu mengairi sawah ±19.300 Ha. Penggunaan air bawah tanah (ABT) di Kabupaten Sukoharjo cukup strategis dilihat dari segi pendapatan. Penggunaan air bawah tanah oleh industri ini harus diawasi dan dikendalikan karena penggunaan yang berlebihan akan mengakibatkan penurunan kualitas dan kuantitas air. Sumber 5 (lima) sumur dalam lusan tertentu harus dibuat sumur pantau untuk mengetahui tinggi permukaan air bawah tanah. Air bawah tanah di Kabupaten Sukoharjo telah dimanfaatkan sebagai sumber air minum/air bersih, irigasi, industri dan keperluan lainnya. Untuk mengantisipasi rusaknya sumber daya air bawah tanah ini perlu ditata dan dipantau sehingga tidak merusak sumber daya air bawah tanah di sekitar loksi industri. Hal yang sangat diperlukan adalah adanya pemantauan untuk air tanah. Guna meningkatkan efisiensi pemanfaatan air untuk pertanian, telah dibangun prasarana pengairan, yaitu: 1. Saluran Primer sepanjang : 43.687 km 2. Saluran Sekunder sepanjang : 76.754 km 3. Saluran tertier sepanjang : 236.294 km 4. Saluran Kwarter sepanjang : 706.455 km Tabel III.7 Daftar Sumber Mata Air Di Kabupaten Sukoharjo No. Kecamatan Banyaknya 1 Bulu Dk. Pacinan 1 buah 2 Baki Dk. Kujon 2 buah 3 Gaysm Pitu Gatak 3 buah 4 Kartosuro Ds. Wirogunan 4 buah Sumber: Sub Dinas Pengairan DPU Kabupaten Sukoharjo 3.2.7 Hidrogeologi Akuifer yang terdapat di Kabupaten Sukoharjo meliputi beberapa jenis yaitu akuifer dengan produktivitas sedang, akuifer dengan produktivitas sedang penyebaran luas, akuifer produktivitas sedeang setempat, akuifer dengan produktivitas tinggi penyebaran luas, akuifer dengan produktivitas penyebaran
  • 13. Kabupaten Sukoharjo III-13 luas, dan daerah air tanah langka. Sumber daya air yang ada di Kabupaten Sukoharjo berupa air permukaan seperti air sungai dan air artetis yang berasal dari sumur. Sumber daya air di Kabupaten Sukoharjo yang berasal dari PDAM. Kecamatan ini memiliki daerah aliran sungai (DAS) Bengawan Solo dan daerah ini memiliki sub DAS yang terdiri dari 12 Sub DAS.  Daerah akuifer produksi dengan penyebaran luas. Aquifer dengan keterusan sedang tinggi pisometri air tanah atau muka air tanah diatas atau dekat dibawah muka tanah: debit sumur umumnya 5-10 liter/detik. Daerah ini meliputi kecamtan Mojolaban, Grogol, Baki, Gatak, dan Kartasura. Umumnya pada daerah ini mempunyai struktur tanah endapan vulkanik muda yang terdiri dari tufa, lahar, breksi dan lava andesit sampai basal dengan kelulusan tinggi hingga sedang. Kelulusan tinggi terutama pada endapan lahar dan aliran lava visikular.  Daerah akuifer dengan produktifitas sedang, penyebaran luas. Aquifer produktifitas sedang, penyebaran luas. Aquifer dengan keterusan sedang sampai rendah: muka air tanah beragam dari dekat muka tanah sampai lebih dalam dari 10 m: debit sumur umumnya kurang dari 5 liter/detik. Daerah ini meliputi: Kecamatan Sukoharjo, Nguter, Grogol, Baki, Gatak, dan Kartasura. Pada umumnya daerah ini mempunyai struktur tanah berupa aluvium endapan dataran, berbutir kasar hingga sedang (kerikil dan pasir) dengan sisipan lempungan. Kelulusan tingi sampai sedang. Disamping itu juga terdapat struktur tanah endapan vulkanik muda yang terdiri dari tufa, lahar, breksi dan lava andesit sampai basal. Kelulusan tinggi hingga sedang, kelulusan tinggi terutama pada endapan lahar dan aliran lava vesikular. Sumber: Hasil Observasi, 2015 Gambar 3.2 Daerah Aliran Sungai di Kabupaten Sukoharjo
  • 14. Kabupaten Sukoharjo III-14  Aquifer dengan produktifitas sedang, terdapat setempat-setempat. Aquifer tidak menerus, tipis dengan keterusan rendah, debit sumur umumnya kurang dari 5 liter/detik. Daerah ini meliputi: kecamatan Weru, Bulu, Tawangsari dan Sukoharjo. Pada umumnya di daerah ini mempunyai struktur tanah berupa aluvium endapan dataran, berbutir kasar hingga sedang (kerikil dan Pasir) dengan sisipan lempungan. Kelulusan tingi sampai sedang.  Aquifer dengan produktifitas tinggi, penyebaran luas. Aquifer dengan keterusan dan kisaran kedalaman muka air tanah sangat beragam, debit sumur umumnya lebih dari 5 liter/detik. Daerah ini meliputi Kecamatan Nguter, Bendosari, Polokarto dan Mojolaban. Pada umumnya didaerah ini mempunyai struktur tanah berupa batuan vulkanik kwarter tua. Kelulusan rendah sampai sedang, tergantung banyaknya celah-celah. Disamping itu juga terdapat struktur tanah berupa endapan vulkanik muda, terdiri dari tufa, lahar, breksi dan lava andesit sampai basal. Kelulusan tinggi terutama pada endapan lahar dan aliran lava vesikular. Tabel III.8 Sub DAS di Kabupaten Sukoharjo Sumber: BAPEDDA Kabupaten Sukoharjo, 2015 No Nama Sub DAS Wilayah 1 Sub DAS Brambang Sebagian kecil Kecamatan Baki dan Gatak 2 Sub DAS Dengkeng Sebagian kecil Kecamatan Bulu 3 Sub DAS Gadingan ds Sebagian Wilayah Nguter 4 Sub DAS Gempeng Seluruh Kecamatan Tawangsari, Weru, dan Bulu 5 Sub DAS Jlantah ds Sebagian wilayah di kecamatan Nguter, Sukoharjo, Bendosari 6 Sub DAS Mento ds Seluruh wilayah di Kecamatan Mojolaban dan sebagian kecil Kecamatan Nguter 7 Sub DAS Pepe Sebagian wilayah utara kabupaten 8 Sub DAS Pusur Kecamatan Tawangsari, Bulu dan Weru 9 Sub DAS Samin Kecamatan Pulokarto, Bendosari dan Sukoharjo 10 Sub DAS Sanggung Sebagian Kecamatan Mojolaban 11 Sub DAS Siwaluh ds Sebagian Wilayah Sukoharjo dan Bendosari 12 Sub DAS Walikan Sebagian wilayah Nguter
  • 15. Kabupaten Sukoharjo III-15
  • 16. Kabupaten Sukoharjo III-16
  • 17. Kabupaten Sukoharjo III-17
  • 18. Kabupaten Sukoharjo III-18
  • 19. Kabupaten Sukoharjo III-19 3.2.8 Keadaan Bencana Alam Kabupaten Sukoharjo merupakan kabupaten yang berpotensi rawan bencana banjir. Hal ini dikarenakan jenis tanah yang terdapat di kabupaten tersebut adalah tanah dengan jenis aluvial yang sulit meresap air. Daerah rawan banjir yaitu terdapat dibeberapa wilayah yaitu hampir merata di wilayah Kabupaten Sukoharjo. Selain rawan bajir daerah ini juga berpotensi rawan gerakan tanah, terdapat beberapa wilayah yang rawan terhadap gerakan tanah yaitu di bagian selatan Kecamatan Bulu, Kabupaten Sukoharjo. Kemudian daerah rawan angin ribut yaitu berada di bagian tengah kabupaten seperti Kecamatan Sukoharjo, Tawangsari dan Kecamatan Nguter. Sumber: Hasil Observasi, 2015 Gambar 3.3 Kondisi Banjir Di Kabupaten Sukoharjo 3.2.9 Penggunaan Lahan Pengguna
  • 112 pages
    Free
    242 views
    5 times
    We Need Your Support
    Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

    Thanks to everyone for your continued support.

    No, Thanks