of 22

Kajian terhadap Ekonomi Daerah Kabupaten Pakpak Bharat, 2000-2004

Description
1. KAJIAN TERHADAP EKONOMI DAERAH KABUPATEN PAKPAK BHARAT, SUMUT, 2000-2004 Paper Analisis Kebijakan Pembangunan | by Aryanto Tinambunan | 19202/PS/MEP/06 e-mail :…
Transcript
  • 1. KAJIAN TERHADAP EKONOMI DAERAH KABUPATEN PAKPAK BHARAT, SUMUT, 2000-2004 Paper Analisis Kebijakan Pembangunan | by Aryanto Tinambunan | 19202/PS/MEP/06 e-mail : arya@tinambunan.web.id
  • 3. Pendahuluan <ul><li>Kabupaten Pakpak Bharat merupakan daerah hasil pemekaran pada tahun 2003 </li></ul><ul><li>Belum jelas struktur dan pola pertumbuhan ekonomi </li></ul><ul><li>Pertumbuhan ekonomi (PDRB) per kapita Kabupaten Pakpak Bharat sangat rendah </li></ul><ul><li>Belum adanya rumusan kebijakan untuk sektor potensial </li></ul><ul><li>Belum adanya rumusan/formulasi kebijakan yang terarah dalam meningkatkan PDRB per kapita sehingga tingkat kemiskinan dan angka pengangguran sangat tinggi </li></ul>
  • 4. <ul><li>Dasar hukum UU No. 9/2003 ttg Pembentukan Kab. Humbang Hasundutan, Nias Selatan dan Pakpak Bharat  8 Kec, 47 Desa (2006) </li></ul><ul><li>H ampir 80 persen w ilayah Pakpak Bharat lebih berada pada topografi terjal dan curam </li></ul><ul><li>Pekerjaan utama penduduk adalah bertani  perkebunan  gambir + kemenyan + nilam </li></ul><ul><li>Pengembangan agribisnis dapat meningkatkan ekonomi masyarakat khususnya komoditi gambir </li></ul><ul><li>Luas Wilayah 121.830 Ha (1.218,30 km2). </li></ul><ul><li>Jumlah Penduduk (BPS, 2005) = 36.971 jiwa </li></ul><ul><li>Menurut BPS (2005) 72,18% penduduk tergolong miskin. </li></ul><ul><li>Sebagai daerah otonom, kewenangan dalam mengurus pembangunan daerah (UU No. 32/2004 ttg Otonomi Daerah) </li></ul>Kabupaten Pakpak Bharat
  • 5. <ul><li>Menganalisis struktur dan pola pertumbuhan ekonomi Kabupaten Bharat; </li></ul><ul><li>Mengidentifikasi sektor potensial di daerah Kabupaten Pakpak Bharat; </li></ul><ul><li>Merumuskan kebijakan dan beberapa alternatif kebijakan pembangunan di daerah Kabupaten Pakpak Bharat . </li></ul>Tujuan M enjadi tambahan masukan guna melengkapi dasar-dasar pertimbangan dalam merumuskan kebijakan pembangunan di Kabupaten Pakpak Bharat yang sejalan dengan pelaksanaan visi dan misi daerah. Manfaat
  • 6. Lampiran 1. PDRB Kabupaten Pakpak Bharat Atas Dasar Harga Berlaku, 2000-2004 (Juta Rupiah) Lampiran 2. PDRB Provinsi Sumatera Utara Atas Dasar Harga Berlaku, 2000-2004 (Juta Rupiah) 174,734.60 143,420.78 124,052.84 108,246.42 93,289.07 Total 16,357.26 11,167.16 9,620.85 8,319.75 7,257.77 Jasa-Jasa 9 2,927.95 2,377.93 2,025.80 1,805.33 1,584.17 Keuangan, Sewa, Jasa Perusahaan 8 1,708.61 1,256.14 1,061.38 901.37 765.08 Angkutan,Komunikasi 7 22,052.57 16,212.50 13,713.64 11,646.86 9,909.46 Perdag., Hotel, Restoran 6 14,401.64 10,129.16 8,705.77 7,741.88 6,809.64 Bangunan 5 927.49 771.33 662.24 571.42 473.16 Listrik,Gas, Air Bersih 4 638.35 550.06 477.36 417.59 364.41 Industri pengolahan 3 35.49 29.51 26.17 23.56 20.20 Penggalian 2 115,685.24 100,926.99 87,759.63 76,818.66 66,105.18 Pertanian 1 2004 2003 2002* 2001* 2000* Lapangan Usaha No 118,100,511.81 103,401,370.45 89,670,147.53 79,331,335.13 69,154,112.37 Total 11,119,673.57 9,865,721.40 8,193,333.53 7,171,373.06 6,242,143.73 Jasa-Jasa 9 7,195,314.32 6,189,413.97 5,399,738.84 4,615,795.11 4,022,790.30 Keuangan, Persewaan, Jasa Perusahaan 8 9,478,009.10 8,098,608.63 6,777,846.20 5,383,274.52 4,400,380.42 Pengangkutan & Komunikasi 7 21,856,497.91 19,106,343.03 16,579,810.29 14,790,433.00 12,761,937.71 Perdag., Hotel & Restoran 6 6,735,747.52 5,671,184.64 5,152,053.70 4,566,352.28 3,993,300.13 Bangunan 5 1,492,123.34 1,331,837.71 1,035,127.60 705,358.09 529,119.53 Listrik,Gas, Air Bersih 4 29,946,895.06 26,131,966.17 21,253,612.87 19,527,737.64 16,926,777.44 Industri Pengolahan 3 1,382,697.92 1,216,804.23 1,121,925.44 1,192,480.96 1,314,347.67 Pertambangan & Penggalian 2 28,893,553.07 25,789,490.67 24,156,699.06 21,378,530.47 18,963,315.44 Pertanian 1 2004 2003 2002 2001 2000 Lapangan Usaha No
  • 7. <ul><li>PDRB atas dasar harga berlaku (nominal) menunjukkan kemampuan sumber daya ekonomi yang dihasilkan oleh suatu daerah. Nilai PDRB yang besar menunjukkan kemampuan sumber daya ekonomi yang besar, begitu juga sebaliknya. </li></ul><ul><li>PDRB harga berlaku menurut penggunaan menunjukkan produk barang dan jasa digunakan untuk tujuan konsumsi, investasi dan diperdagangkan dengan pihak luar daerah </li></ul>
  • 8. Alat Analisis <ul><li>Formula yang digunakan untuk menggunakan analisis shift share ini adalah sebagai berikut : </li></ul><ul><li>Dampak nyata pertumbuhan ekonomi daerah atau hasil penjumlahan dari pengaruh pertumbuhan provinsi : </li></ul><ul><ul><li>(1) Dij = Nij + Mij + Cij atau Dij = Eij* - Eij </li></ul></ul><ul><li>Pengaruh pertumbuhan ekonomi nasional : </li></ul><ul><ul><li>(2) Nij = Eij x rn </li></ul></ul><ul><li>Pergeseran proporsional ( proportional shift ) atau pengaruh bauran industri : </li></ul><ul><ul><li>(3) Mij = Eij (rij – rn) </li></ul></ul>1. Shift Share
  • 9. Lanjutan ... <ul><li>Pengaruh keunggulan kompetitif : </li></ul><ul><ul><li>(4) Cij = Eij (rij – rin) </li></ul></ul><ul><li>PDRB ( output ) sektor i Kabupaten Pakpak Bharat : </li></ul><ul><ul><li>(5) Eij </li></ul></ul><ul><li>Tingkat sektor pertumbuhan i di Provinsi Sumatera Utara : </li></ul><ul><ul><li>(6) Rij </li></ul></ul><ul><li>Tingkat pertumbuhan sektor i di Provinsi Sumatera Utara : </li></ul><ul><ul><li>(7) Rin </li></ul></ul><ul><li>Tingkat pertumbuhan PDRB Provinsi Sumatera Utara : </li></ul><ul><ul><li>(8) Rin </li></ul></ul>
  • 10. Tabel 1. Hasil Perhitungan Shift-Share Kabupaten Pakpak Bharat (Juta Rupiah), 2000-2004 Lanjutan ... 22,013.49 6,098.05 -2,520.68 18,436.12 1.70 1.39 0.14 Total 2,446.86 805.64 131.30 1,509.92 0.23 0.16 Jasa-Jasa 9 357.47 21.89 28.54 307.04 0.17 0.16 Keuangan, Persewaan, Jasa Perusahaan 8 255.98 14.73 78.23 163.03 0.22 0.21 Angkutan,Komunikasi 7 3,291.50 1,172.74 12.79 2,105.96 0.22 0.14 Perdag., Hotel, Rest. 6 2,023.12 684.47 -29.95 1,368.60 0.21 0.14 Bangunan 5 124.95 -80.68 108.10 97.53 0.18 0.30 Listrik,Gas, Air Bersih 4 73.66 -1.92 5.48 70.10 0.15 0.15 Industri Pengolahan 3 4.10 3.63 -3.40 3.86 0.15 0.02 Penggalian 2 13,435.85 3,477.55 -2,851.76 12,810.06 0.15 0.11 Pertanian 1 Dij Cij Mij Nij Rij Rin Rn Komponen Pertumbuhan (R) Lapangan Usaha No
  • 11. <ul><li>PDRB Kabupaten Pakpak Bharat mengalami pertambahan nilai absolut atau mengalami kenaikan kinerja perekonomian daerah sebesar Rp 22 miliar </li></ul><ul><li>4 sektor ekonomi terbesar, yaitu : </li></ul><ul><ul><li>Pertanian </li></ul></ul><ul><ul><li>Perdagangan, hotel dan restoran </li></ul></ul><ul><ul><li>Keuangan, persewaan dan jasa perusahaan </li></ul></ul><ul><ul><li>Bangunan </li></ul></ul><ul><li>Sektor ekonomi yang kompetitif (nilai Cij yang positif) : </li></ul><ul><ul><li>Pertanian </li></ul></ul><ul><ul><li>Perdagangan, hotel dan restoran </li></ul></ul><ul><ul><li>Jasa-jasa </li></ul></ul><ul><ul><li>Bangunan </li></ul></ul><ul><ul><li>Angkutan komunikasi </li></ul></ul><ul><ul><li>Keuangan, persewaan dan jasa perusahaan </li></ul></ul><ul><ul><li>Penggalian </li></ul></ul>Lanjutan ...
  • 12. <ul><li>Pertumbuhan ekonomi nasional ( national growth effect ), yang menunjukkan bagaimana pengaruh pertumbuhan ekonomi nasional terhadap perekonomian Kabupaten Pakpak Bharat menunjukkan nilai positif (Nij) pada setiap sektor ekonomi dengan nilai total output Rp 18,4 miliar </li></ul><ul><li>Sebagian besar sektor-sektor ekonomi yang berada di tingkat provinsi lebih rendah, kecuali untuk sektor listrik, gas, air bersih dan sektor industri pengolahan </li></ul>Lanjutan ...
  • 13. LQ : Location Quotient Vik : Nilai output (PDRB) sektor i daerah Kabupaten Pakpak Bharat dalam pembentukan PDRB Vk : Total PDRB semua sektor di daerah Kabupaten Pakpak Bharat Vip : Nilai ouput (PDRB) sektor i diaerah Provinsi Sumatera Utara dalam pembentukan PDRB Vp : Total PDRB semua sektor di daerah Provinsi Sumatera Utara 2. Location Quetiont
  • 14. Tabel 2. Index Location Quotient (LQ) Kabupaten Pakpak Bharat, 2000-2004 Lanjutan ... 6.39 6.68 6.38 6.17 6.34 6.40 Total 0.87 0.99 0.82 0.85 0.85 0.86 Jasa-Jasa 9 0.28 0.28 0.28 0.27 0.29 0.29 Keuangan, Persewaan, Jasa Perusahaan 8 0.12 0.12 0.11 0.11 0.12 0.13 Angkutan,Komunikasi 7 0.61 0.68 0.61 0.60 0.58 0.58 Perdag., Hotel, Rest. 6 1.29 1.45 1.29 1.22 1.24 1.26 Bangunan 5 0.51 0.42 0.42 0.46 0.59 0.66 Listrik,Gas,Air Bersih 4 0.02 0.01 0.02 0.02 0.02 0.02 Industri pengolahan 3 0.02 0.02 0.02 0.02 0.01 0.01 Penggalian 2 2.67 2.71 2.82 2.63 2.63 2.58 Pertanian 1 Rerata 2004 2003 2002 2001 2000 Lapangan Usaha No
  • 15. <ul><li>Terdapat dua sektor kegiatan ekonomi yang bisa dijadikan sebagai sektor basis ekonomi atau potensial, yaitu sektor pertanian dan bangunan </li></ul><ul><li>Ini berarti bahwa laju pertumbuhan sektor pertanian dan bangunan di daerah Kabupaten Pakpak Bharat adalah lebih besar dibandingkan dengan laju pertumbuhan sektor yang sama dalam perekonomian Provinsi Sumut. </li></ul><ul><li>Dengan demikian, sektor pertanian dan bangunan merupakan sektor unggulan daerah Kabupaten Pakpak Bharat sekaligus merupakan basis ekonomi untuk dikembangkan lebih lanjut </li></ul>Lanjutan ...
  • 16. 3. Tipologi Klassen Sumber : Perencanaan Pembangunan Terintegrasi Antarsektor, 2003 Tabel 3. Hasil Analisis Tipologi Klassen Kabupaten Pakpak Bharat, 2000-2004. Tumbuh Lambat (Rij<Rin) Tumbuh Cepat (Rij≥Rin) Kontribusi kecil (Kij<Kin) <ul><li>Terbelakang : </li></ul><ul><li>Pertambangan dan penggalian </li></ul><ul><li>Listrik, gas dan air bersih </li></ul><ul><li>Perdagangan, hotel dan restoran </li></ul><ul><li>Pengangkutan dan komunikasi </li></ul><ul><li>Jasa-jasa </li></ul><ul><li>Berkembang : </li></ul><ul><li>Industri pengolahan </li></ul><ul><li>Keuangan, persewaan dan jasa perusahaan </li></ul>Kontribusi kecil (Kij<Kin) Kontribusi besar (Kij≥Kin) <ul><li>Potensial : </li></ul><ul><li>Pertanian </li></ul><ul><li>Bangunan </li></ul>Prima : - Kontribusi besar (Kij≥Kin) Tumbuh Lambat (Rij<Rin) Tumbuh Cepat (Rij≥Rin)
  • 17. <ul><li>Dari ketiga alat analisis yang digunakan bahwa sektor pertanian memiliki peran penting dalam menggerakkan perekonomian masyarakat Kabupaten Pakpak Bharat. </li></ul><ul><li>Kebijakan yang perlu diambil oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Pakpak Bharat harus berorientasi kepada pengembangan pertanian. Untuk menggerakkan semua sektor ekonomi perlu dibuat paket kebijakan dengan tetap mengikutkan peran sekor pertanian dalam setiap paket kebijakan pembangunan. </li></ul><ul><li>Kebijakan pembangunan yang perlu di ambil adalah sebagai berikut : </li></ul><ul><ul><li>Pembentukan pusat agribisnis yang memiliki peran sentral dalam pengelolaan pertanian dalam arti luas mulai dari budidaya pertanian hingga penemuan nilai tambah dari hasil produk pertanian; </li></ul></ul><ul><ul><li>Membentuk sistem pemasaran secara berkelompok mengingat daya perorangan tidak mampu memasarkan produksinya sendiri dan juga diharapkan dapat melawan penetrasi produk dari luar daerah; </li></ul></ul><ul><ul><li>Mengembangkan sektor-sektor ekonomi lain yang selama ini masih diimpor dari daerah lain secara bertahap. </li></ul></ul>Formulasi Kebijakan Pembangunan
  • 18. Tabel 4. Matrik Strategi Pengembangan Sumer : Widodo (2006) Berkembang menjadi sektor Prima <ul><li>Berkembang menjadi sektor Prima </li></ul><ul><li>Terbelakang menjadi sektor Berkembang </li></ul>Sektor Prima Jangka Panjang (10-25 tahun) Jangka Menengah (5-10 tahun) Jangka Pendek (1-5 tahun)
  • 19. <ul><li>PDRB Kabupaten Pakpak Bharat mengalami pertambahan nilai absolut atau mengalami kenaikan kinerja perekonomian daerah sebesar Rp 22 miliar </li></ul><ul><li>Sumbangan sektor pertanian paling besar dibandingkan dengan sektor lainnya </li></ul><ul><li>Sektor pertanian juga sangat kompetitif dibanding sektor ekonomi lainnya </li></ul><ul><li>Tidak ada pertumbuhan sektor ekonomi yang negatif di Kabupaten Pakpak Bharat maupun pada tingkat nasional (provinsi) </li></ul><ul><li>Sektor pertanian juga merupakan basis ekonomi yang dominan menggerakan perekonomian daerah </li></ul><ul><li>Sektor pertanian merupakan sektor potensial yang harus dikembangkan bersama dengan sektor bangunan </li></ul>Kesimpulan & Rencana Aksi
  • 20. Lanjutan ... <ul><li>Dari hasil analisis tersebut di atas, dapat disimpulkan bahwa perencanaan dan penentuan sektor ekonomi yang memiliki potensi dan memiliki kompetitif dapat diwujudkan dengan perencanaan strategis. Rencana aksi yang perlu dilakukan dalam mencapai hal tersebut dapat dilakukan melalui : </li></ul><ul><ul><li>Strategi pengembangan agribisnis, yaitu berupa membentuk pusat bantuan usaha kecil yang menyediakan training, manajerial dan konsultasi; </li></ul></ul><ul><ul><li>Strategi pengembangan sumber daya manusia, yaitu peningkatan kapasitas masyarakat melalui pendidikan dan pelatihan; </li></ul></ul><ul><ul><li>Strategi pengembangan ekonomi berorientasi lapangan pekerjaan, yaitu organisasi masyarakat yang dapat mengembangkan kelompok-kelompok masyarakat dan pengembangan local enterpreneurship . </li></ul></ul>Kesimpulan & Rencana Aksi
  • 21. Diperlukan kehati-hatian bahwa hasil analisis pada level sektoral (sektor ekonomi) yang diperoleh tidak seratus persen menggambarkan kinerja sub-sektor yang ada dalam sektor kegiatan ekonomi tersebut Saran
  • 22. Terima Kasih Sekian & Njuah-njuah
  • We Need Your Support
    Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

    Thanks to everyone for your continued support.

    No, Thanks