of 2

Kalimat Temuan Opini

Description
axd asad s
Transcript
  1)   Berdasarkan Catatan B.2.1 atas Laporan Keuangan, ORI melaporkan Belanja Pegawai sebesari Rp20,90 miliar. Belanja Pegawai tersebut diantaranya sebesar Rp4,26 miliar direalisasikan untuk pembayaran insentif kerja asisten. Insentif kerja asisten di kantor  perwakilan sebesar Rp2,77 miliar dan kantor pusat sebesar Rp1,12 miliar diperhitungkan tidak berdasarkan data-data yang memadai. 2)   ORI melaporkan Belanja Barang sebesar Rp39,95 miliar. Belanja Barang tersebut seesar Rp 4,98 miliar direalisasikan untuk kegiatan rapat dan konsinyering yang dibayarkan dan dipertanggungjawabkan sebagai perjalanan dinasi biasa yang tidak didukung dengan bukti  pertanggungjawaban sebesar Rp1,06 miliar. Selain itu, sebesar Rp973,44 juta berupa  belanja honorarium yang dibayarkan tidak sesuai dengan ketentuan dan tidak didukung dengan bukti yang memadai. 3)   ORI melaporkan Kas di Bendahara Pengeluaran per 31 Desember 2014 dan 2013 masing masing sebesar Rp3,41 juta dan Rp132,44 juta. Kas yang dikelola oleh Bendahara Pengeluaran periode 1 Januari s.d. 11 Maret 2014 tidak dieprtanggungjawabkan. Pada saat  pergantian Bendahara Pengeluaran tidak terdapat serah terima pengelolaan kas, serta terdapat selisih kas sebesar Rp1,15 miliar  antara saldo awal buku kas umum dengan saldo hasil perhitungan ulang. Hasil pemeriksaan 4)   ORI melaporkan persediaan per 31 Desember 2014 dan 2013 masing-masing sebesar Rp38,13 juta dan Rp132,58 juta. Mutasi persediaan tidak didukung dengan dokumen  pencatatan dan bukti yang memadai, mutasi persediaan di perwakilan tidak berdasarkan kondisi senyatanya dan bukti opname persediaan tidak memadai. 5)   ORI melaporkan Aset Tetap Peralatan dan Mesin per 31 Desember 2014 dan 2013 masing-masing sebesar Rp23,64 dan Rp22,22 miliar. Aset tetap tersebut diantaranya sebesar  Rp2,14 miliar berupa barang bergerak yang dipinjamkan kepada pengguna tanpa didukung dengan catatan pengguna barang dan dokumen serah terima barang. 2015 a.   Berdasarkan Catatan B.2.2 atas Laporan Keuangan, ORI melaporkan Belanja Barang dan Jasa sebesar Rp60,26 miliar. Dari jumlah tersebut seesar Rp 33,89 miliar merupakan  belanja perjalanan dinas, termasuk kegiatan paket meeting dalam kota pada kegiatan Rapat Dalam Kantor (RDK). Atas belanja perjalanan dinas tersebut, sebesar Rp790,76 juta merupakan realisasi belanja perjalanan dinas yang tidak didukung dengan bukti  pertanggungjawaban dan sebesar Rp145,83 juta merupakan kelebihan pembayaran uang saku RDK sebesar Rp61,33 juta  b.   Sistem Pengendalian Internal pengelolaan belanja perjalanan dinas tidak memadai, sehingga masih memunculkan adanya pencairan SP2D LS perjalanan dinas atas satu surat tugas, sisa belanja perjalanan dinas yang tidak segera di setor ke Kas Negara, dan  pengunaan sisa belanja perjalanan dinas untuk kegiatan operasional sehingga tidak sesuai  peruntukannya.
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks