of 27

Referat CA Nasofaring Nisa Nabiilah

Description
karsinoma nasofaring
Transcript
    REFERAT KARSINOMA NASOFARING Disusun Oleh: Nisa Nabiilah 1102014195 d   110.2012.230 Pembimbing: dr. Kesuma Mulya, Sp.Rad KEPANITERAAN BAGIAN ILMU RADIOLOGI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KOTA CILEGON APRIL 2018    BAB I PENDAHULUAN Karsinoma Nasofaring (KNF) merupakan karsinoma yang muncul pada daerah nasofaring (area di atas tenggorok dan di belakang hidung), dengan predileksi di fosa Rossenmuller dan atap nasofaring. 3  KNF merupakan keganasan epitel gepeng yang dapat muncul dimana saja pada epitel penyusun nasofaring. 2 Pasien karsinoma nasofaring terbanyak didapatkan pada laki-laki sebanyak 68,2% dibandingkan pada perempuan 34,2%. Pada penelitian yang dilakukan oleh Adham et al. di RSUPN Cipto Mangunkusumo tahun 2012 bahwa dari 1121 data pasien terdiagnosis karsinoma Nasofaring dari tahun 1995-2005, dijumpai lebih banyak pada jenis kelamin laki-laki yaitu 789 pasien (70,4%) dan pada perempuan sebanyak 332 pasien (29,6%). 3 Penyebab Karsinoma Nasofaring belum sepenuhnya diketahui. Penyebab yang diduga mencakup: Faktor keturunan: kerabat tingkat pertama (termasuk orangtua, saudara, dan anak-anak) dari pasien penderita Karsinoma Nasofaring memiliki risiko yang lebih tinggi untuk menderita kanker yang sama bila dibandingkan dengan orang lainnya. Pola makan: Orang Tiongkok menempati urutan nomor satu penderita Karsinoma Nasofaring di dunia, dengan tingkat insidensi yang lebih tinggi di wilayah Tiongkok Selatan dan Hong Kong, yang mungkin terkait dengan kecenderungan mengonsumsi ikan asin dan acar. 1  Gaya hidup: perokok mungkin memiliki risiko sedikit lebih tinggi terkena Karsinoma Nasofaring. Virus EB: Infeksi Virus EB (Virus Epstein-Barr) bisa mengakibatkan gejala yang mirip dengan flu biasa. Serum darah sebagian besar pasien penderita Karsinoma Nasofaring mengandung satu atau beberapa antibodi yang diarahkan untuk menangani Virus EB. 4 CT Scan telah lama digunakan untuk staging KNF, terutama untuk mendeteksi keterlibatan tumor pada dasar tengkorak dengan lesi litik atau sklerotik, tetapi sekarang sebagian besar telah digantikan oleh MRI untuk mendeteksi metastasis pada KGB. Setelah Karsinoma Nasofaring terkonfirmasi, lebih lanjut untuk menentukan jangkauan tumor dan apakah sel kanker telah menyebar ke organ lainnya menggunakan MRI, Sinar X dada dan Pemindaian Tomografi Emisi Positron (PET) mungkin diperlukan untuk beberapa pasien. 8  Pada stadium dini, radioterapi masih merupakan pengobatan pilihan yang dapat diberikan secara tunggal dan memberikan angka kesembuhan yang cukup tinggi. Pada stadium lanjut, diperlukan terapi tambahan kemoterapi yang dikombinasikan dengan radioterapi. 3      BAB II TINJAUAN PUSTAKA 1.   Anatomi Nasofaring  Nasofaring merupakan lubang sempit yang terletak pada belakang rongga hidung. Bagian atap dan dinding belakang dibentuk oleh basi sphenoid, basi occiput dan ruas  pertama tulang belakang. Bagian depan berhubungan dengan rongga hidung melalui koana. Orificium dari tuba Eustachian berada pada dinding samping dan pada bagian depan  belakang terdapat ruangan berbentuk koana yang disebut dengan torus tubarius 1   Nasofaring di bagian anterior berbatasan dengan rongga hidung melalui koana, bagian superior berbatasan dengan dasar tengkorak, bagian posterior berbatasan dengan fasia  prevertebralis dari atlas dan axis, sedangkan bagian inferior berbatasan dengan palatum mole dan orofaring setinggi ismus faring. Pada kedua dinding lateral nasofaring terdapat ostium tuba Eustachius dengan tonjolan tulang rawan di bagian superoposterior yang disebut torus tubarius. Di bagian posterior torus tubarius ini terdapat lekukan kecil yang agak datar disebut resesus faringeal lateralis atau fosa Rosenmuller, merupakan tempat tersering awal mula kanker nasofaring. Tepi atas dari torus tubarius adalah tempat melekatnya muskulus levator veli palatini. Perluasan tumor pada KNF akan mengganggu fungsi dari muskulus ini untuk membuka ostium tuba 1 Dinding nasofaring diliputi oleh mukosa dengan banyak lipatan atau kripta. Secara histologis mukosa nasofaring dibentuk oleh epitel berlapis silindris bersilia atau  pseudostritified ciliated columnar epithelium yang kearah orofaring akan berubah menjadi Gambar 1. Anatomi Nasofaring   epitel gepeng berlapis atau stratified squamous epithelium. Diantara pertemuan atap nasofaring dan dinding lateral di daerah fosa Rosenmuller terdapat epitel peralihan atau transitional epithelium yang menjadi tempat asal dari tumbuhnya tumor nasofaring. 1  Fosa Rosenmuller terletak di apeks dari ruang parafaring ini merupakan tempat menyatunya beberapa fasia yang membagi ruang ini menjadi 3 kompartemen, yaitu: 1) kompartemen prestiloid, berisi a. maksilaris, n. lingualis dan n. alveolaris inferior; 2) kompartemen poststiloid, berisi sarung karotis; 3) kompartemen retrofaring, berisi kelenjar Rouviere. Kompartemen retrofaring ini berhubungan dengan kompartemen retrofaring kontralateral, sehingga pada KNF mudah terjadi penyebaran menuju kelenjar limfe leher kontralateral. Lokasi fosa Rosenmuller yang demikian dan sifat KNF yang invasif, menyebabkan mudahnya terjadi penyebaran KNF ke daerah sekitarnya dan menimbulkan  berbagai macam gambaran klinis. 1  Nasofaring mempunyai pleksus submukosa limfatik yang luas. Kelompok pertama adalah kelompok nodul pada daerah retrofaringeal yang terdapat pada ruang retrofaring antara dinding posterior nasofaring, fasia faringobasilar dan fasia prevertebra. Pada dinding lateral di daerah tuba Eustachius paling kaya akan pembuluh limfe. Aliran limfe berjalan kearah anterosuperior dan bermuara di kelenjar retrofaringeal atau kelenjar yang paling  proksimal dari masing-masing sisi rantai kelenjar spinal dan jugularis interna, rantai kelenjar ini terletak di bawah otot sternokleidomastoideus. Pembuluh limfe di daerah nasofaring sangat kompleks dan membentuk pleksus yang saling menyilang melewati garis tengah. Gambar 2. Saluran Pernafasan
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks