of 12

rsponsi smk

Description
hjgtyutuiop
Transcript
  2.5.   Anatomi dan Fisiologi Air Mata Bola mata dilindungi oleh lapisan air mata yang berfungsi untuk menyediakan  permukaan refraktif dalam menjaga tajam penglihatan serta menyediakan nutrisi dan oksigen untuk kornea yang avaskular. Lapisan air mata membuat lembab bagi sel-sel epitel, melicinkan  permukaan bola mata sekaligus melarutkan stimlus yang mengganggu (American Academy of Ophthalmology, 2014-2015). Sistem lakrimasi terlibat dalam produksi dan drainase air mata. dimana memiliki komponen sekresi dan komponen ekskresi. Komponen sekresi terdiri atas kelenjar yang menghasilkan berbagai unsur pembentuk cairan air mata yang disebarkan di atas permukaan mata saat mata berkedip. Komponen ekskresi terdiri dari kanalikuli, saccus lakrimalis, dan ductus lakrimalis sistem ini yang mengalirkan sekret ke dalam hidung (Sullivan, 2013). Gambar 2.1. Sistem Drainase Lakrimal (Vaughan, 2013) Film air mata terdiri dari tiga lapisan: 1.   Lapisan superfisial adalah film lipid mononuclear yang berasal dari kelenjar meibom. Diduga lapisan ini menghambat penguapan dan membentuk sawar kedap air saat  palpebra ditutup. 2.   Lapisan akueosa dihasilkan oleh kelenjar lakrimal mayor dan minor, mengandung substansi larut-air (garam dan protein). 3.   Lapisan musin terdiri atas glikoprotein dan melapisi sel-sel epitel kornea dan konjungtiva. Membran sel epitel terdiri atas lipoprotein dan karenanya relatif hidrofobik.  Permukaan yang demikian tidak dapat dibasahi dengan larutan berair saja. Musin diabsorpsi sebagian pada membran sel epitel kornea dan oleh mikrovili ditambatkan pada sel-sel epitel permukaan. Ini menghasilkan permukaan hidrofilik baru bagi lapisan aqueosa  untuk menyebar secara merata kebagian yang dibasahinya dengan cara menurunkan tegangan permukaan (Vaughan, 2013). Gambar 2.2 Lapisan Air Mata (Vaughan, 2013) 2.6.   Sindroma Mata Kering 2.6.1.   Definisi Sindroma mata kering (SMK) adalah sebuah penyakit multifaktorial pada permukaan okuler yang dikarakteristikkan dengan hilangnya homeostasis film air mata, dan disertai dengan gejala okuler, di mana film air mata tidak stabil dan terjadi peningkatan osmolaritas, inflamasi dan kerusakan permukaan okuler, dan abnormalitas neurosensory  memainkan peran etiologi (Craig, et al, 2017). 2.6.2.   Epidemiologi Laporan angka kejadian penyakit mata kering masih bervariasi karena definisi dan kriteria diagnosis untuk penelitian masih beragam. Berdasarkan data DEWS 2007, 5-30%   penduduk usia di atas 50 tahun menderita mata kering. Penelitian Women’s Health Study dan Physician’s Health Study melaporkan angka kejadian mata kering pada perempuan lebih tinggi (3,2 juta) dibandingkan dengan lakilaki (1,6 juta) usia di atas 50 tahun (Phadatare, Momin,  Nighojkar,et al, 2015) Perbedaan ini telah dikaitkan dengan efek dari androgen dan estrogen, hormon hipotalamus-pituitari, glukokortikoid, insulin, dan hormone tiroid. Contohnya, androgen sangat penting pada regulasi permukaan okuler dan adneksa. Defisiensi androgen, secara  bergantian, predisposisi pada disfungsi kelenjar lakrimal, faktor resiko disfungsi kelenjar meibom, dan berasosiasi dengan perkembangan ADDE dan EDE. Kontras dengan androgen, estrogen kurang dijelaskan dengan baik efeknya pada jenis kelamin dan jaringan (Craig, et al, 2017). 2.6.3.   Klasifikasi Pada klasifikasi DED, penelitian terbaru mendukung skema dasar yang mendukung  patofisiologinya yaitu aqueous deficient dry eye  (ADDE) dan evaporative dry eye  (EDE). Bagian atas gambar mewakili algoritme keputusan klinis, dimulai dengan penilaian gejala, dan diikuti oleh peninjauan untuk tanda-tanda penyakit permukaan okuler. SMK menunjukkan gejala dan tanda, dan dapat dibedakan dari penyakit permukaan okuler lainnya dengan  penggunaan triaging question  dan pengujian tambahan. Pasien yang simtomatik tanpa adanya tanda klinis yang dapat dibuktikan tidak jatuh ke dalam kelompok SMK, tetapi dibedakan menjadi mata kering pra-klinis atau nyeri neuropatik (penyakit permukaan non-ocular). Sebaliknya, tanda-tanda pasien yang tidak bergejala dibedakan menjadi pasien dengan sensitivitas kornea yang buruk, atau pasien dengan tanda-tanda prodromal, yang berisiko mengalami SMK yang nyata dengan waktu atau provokasi, misalnya setelah operasi mata (Craig, et al, 2017). Bagian bawah gambar mewakili klasifikasi etiologi DED yaitu ADDE dan EDE. Bukti epidemiologis dan klinis menunjukkan bahwa EDE banyak dialami pasien yang tercermin dalam proporsi yang lebih besar pada skema daripada ADDE. Sementara itu mungkin bahwa ADDE dapat terjadi tanpa tanda-tanda EDE yang jelas dan sebaliknya. ADDE menggambarkan kondisi yang mempengaruhi fungsi kelenjar lakrimal. EDE dikenali untuk menyertakan kedua hal yang terkait dengan kelopak mata (misalnya disfungsi kelenjar meibom dan kedipan mata) dan yang terkait dengan permukaan okuler (misalnya musin dan pemakaian kontak lensa) (Craig, et al, 2017).   Gambar 2.3 Skema Klasifikasi  Dry Eye Disease (Craig, 2017) 2.6.4.   Faktor Risiko Faktor resiko DED dikategorikan menjadi faktor resiko yang konsisten atau meyakinkan, faktor resiko yang memungkinkan, dan faktor resiko yang tidak meyakinkan. Faktor resiko yang konsisten atau meyakinkan antara lain seperti, usia, jenis kelamin, ras, disfungsi kelenjar meibom, sindrom Sjögren  , defisiensi androgen, penggunaan computer,  pemakaian lensa kontak, terapi pengganti estrogen, transplantasi stem sel hematopoetik, kondisi lingkungan (seperti polusi, kelembapan yang rendah) dan penggunaan obat-obatan (sontohnya antihistamin, antidepresan, anxiolitik, dan isotretinoin). Faktor resiko yang memungkinkan antara lain, diabetes, rosasea, infeksi virus, penyakit tiroid, kondisi psikiatri,  pterygium, asupan asam lemak yang rendah, bedah refraktif, konjungitivitis alergi dan  penggunaan obat-obatan seperti antikolinergik, diuretic, β -bloker. Faktor resiko yang tidak meyakinkan antara lain menopause, jerawat, sarkodosis, merokok, alkohol, kehamilan, injeksi toksin botulinum, multivitamin dan kontrasepsi oral (Craig, et al, 2017).
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks