of 4

SKENARIO

Description
n
Transcript
   SKENARIO: Di suatu daerah hiduplah sepasang suami istri, mereka adalah pak Supaijo dan ibu Siti Sukiyemwati. Setelah lima tahun berumah tangga, mereka sudah dikaruniai tiga orang anak  perempuan dan beberapa minggu yang lalu pak Supaijo mengatakan kepada ibu Sukiyem  bahwa ia ingin mempunyai seorang anak laki-laki. Sampai suatu hari, ibu Sukiyem membicarakan kembali ketidak setujuannya terhadap permintaan pak Supaijo. Bu Sukiyem : Pak, saya loh capek, hamil melahirkan, hamil melahirkan itu-itu saja hidupku pak.. Pak Supaijo : Capek opo toh buk-buk.. Bu sukiyem : Bapak enak tinggal bikin doang, habis itu saya yang susah, kemana-mana kok kaya bawa gentong, bapak pikir gak berat apa? Pak Supaijo : Tapi kalau lagi gitu-gituan ibu juga suka kan? Bu Sukiyem : Yho suka lah pak, bapak juga jago. Tapi ya gitu pak, kalau sudah beneran  jadi saya yang susah. Pak Supaijo : Gak papa lah buk, banyak anak banyak rejeki, wong yang biayain juga saya saja koq. Bu Sukiyem : Halah pak, wong untuk biaya melahirkan yang kemaren saja masih ngutang sama pak jojon. Pak Supaijo : Gak papa lah buk sekali kali ngutang, kan mereka banyak uang lagian juga mereka yang dapat pahala karena ngutangin saya. Bu Sukiyem : Tapi nanti kita yang susah bayar hutang, bapak loh kerjanya cuman tukang cireng keliling, buat makan saja susah apalagi bayar hutang, nanti kalau anak kita sudah besar semua kan juga butuh biaya, sekolah, makan, terus bapak mau dapat uang dari mana? Pak Supaijo : Sudah lah buk, kok diungkit-ungkit gitu, sekarang ibu maunya bagaimana? Bu Sukiyem : Saya loh pak ingin ikut KB. Mendengar keributan Pak Kandar VS Bu Sukiyem, Bu Srikani pun semakin penasaran dan menghampiri mereka Bu Srikani : Loh ada apa ini? Malam-malam gini koq ribut, ngganggu saja ! Kasihan anakmu sudah tidur ! Ngeributin apa sih? Bu Sukiyen : Ini loh buk, saya mau ikut KB, tapi bapak kok senengnya punya anak  banyak, mau bikin ternak kali buk.. Pak Supaijo : Kan banyak anak banyak rejeki, benar kan buk? Bu Srikani : Walah le, itu kan jaman buyutmu dulu, kalau sekarang ya gak ada crita  begituan, opo- opo saiki wes mundak kabeh le, nek anak akeh yho bingung golek duit’e arep dipakani opo engko anak.mu kuwi? opo maneh kerjaanmu mung tukang cireng tok, nek dipakani cireng mbendino yho anak.mu gag iso modot. Pak Supaijo : Kerjaan maneh nek dibahas, salah.e mak.e lah, nek mak.e sugeh lak aku ra  bakal dadi tukang cireng Bu Srikani : Walah nak, bukan salah bunda mengandung, tapi salahkan bapak masuk sarung. Pak Supaijo : Wes lah buk, sakarep ae wes, aku tak manut ae, timbang disalahne maneh, ujung- ujung’e cireng maneh nek disalahne.  Setelah perdebatan tersebut pak Kandar meninggalkan mereka Bu Srikani : Wes lah ndug ndg melu.o KB, mene isuk nang.o Bidan pinggir kuburan kuwi loh ndug. Bu Sukiyem : nggeh buk. Pagi harinya bu Sukiyem dan pak Supaijo pergi ke tempat praktik Bidan untuk berkonsultasi tentang pemasangan KB. Sesampainya di tempat praktik Bidan..  Bu Sukiyem : tok..tok..tok.. Assalamu’alaikum  Bidan Neneng : Waalaikumsalam. Mari pak, bu silahkan masuk, mari silahkan duduk bu,  pak. Bu Sukiyem : nggeh bu matur nuwun. Bidan Neneng : Perkenalkan nama saya Bidan Neneng, mohon maaf sebelumnya ini dengan ibu dan bapak siapa ya? Bu Sukiyem : Nama saya Siti Sukiyemwati usia saya 28 tahun pekerjaan saya ibu rumah tangga dan suami saya nama nya Supaijo usia 32 tahun pekerjaan jualan cireng keliling, saya dan suami saya asli jawa dan kami tinggal di jalan merdeka. Bidan Neneng : Baiklah bapak dan ibu apakah ada yang bisa saya bantu? Bu Sukiyem : Begini bu, saya dan suami saya mau ikut KB. Bidan Neneng : Oh iya, apa sebelumnya ibu sudah pernah ikut KB ? Bu Sukiyem : Belum bu Bidan, baru kali ini saya ikut KB. Suami saya melerang terus bu. Bidan Neneng : Loh kok dilarang pak, emang alasan nya apa? Pak Supaijo : Begini bu saya tu seneng punya banyak anak, kan kalo banyak anak banyak rezeki. Tapi istri saya tidak mau alasannya pekerjaan dan ekonomi saya tidak mendukung. Bidan Neneng : Memang benar pak, anak kan juga butuh kasih sayang, kalau kita punya anak kita harus mempertimbangkan soal biayanya kelak, baik biaya pendidikan maupun  biaya sehari-harinya pak. Nanti kalau punya anak banyak kan repot juga pak. Bu Sukiyem : Iya bu, saya juga berfikiran seperti itu. Kira- kira saya cocok pakai KB apa ya bu? Suntik atau Pil? Bidan Neneng : Begini ya bu, sebenarnya macam-macam KB itu ada banyak. Biar saya  jelasin satu-satu ya bu. Baiklah saya mulai dari alat Kontrasepsi jenis suntik. KB suntik ini ada 2 jenis yaitu KB suntik/ bulan dengan suntik/ 3 bulan. Keuntungan dari KB ini yaitu dapat meningkatkan kenyamanan dalam hubungan suami istri karena tidak perlu takut hamil dan juga dapat di pakai untuk semua usia dalam masa subur. Tapi bagi sebagian ibu yang mungkin tidak cocok maka akan timbul flek-flek, dapat mengakibatkan kegemukan dan mungkin juga BB yang akan turun. Untuk KB jenis implant itu bu’ ada beberapa jenis juga diantaranya ada yang 2 batang, 3 batang dan 6 batang. Implant 2 dan 3 batang itu waktu keefektifannya hanya 3 bulan sedangkan pada 6 batang mampu bertahan sampai 5 bulan. Keuntungan dari KB ini yaitu mampu mengembalikan kesuburan ibu secara sempurna setelah  pengangkatan dan tidak menaikkan tekanan darah bu. Sedangkan kekurangannya yaitu kadang pengguna mengeluh sakit kepala, gelisah, juga dapat terjadi peningkatan/ penurunan BB ibu. Sejauh ini apa ibu mengerti? Bu Sukiyem : Oh, ya bidan saya mengerti ( mengangguk-angguk) Bidan : Baik kalau ibu mengerti kita lanjut lagi ya bu’ ? Bu Sukiyem : iya bidan silahkan dilanjutkan penjelasannya. Bidan : Untuk pemakaian KB kondom, ini di gunakan oleh pasangan ibu( suami). Keuntungan Kondom yaitu dapat mencegah penularan penyakit seksual seperti AIDS, juga  pemakaiannya yang praktis. Namun kerugiannya yaitu tingkat keefektifannya masih rendah karena biasanya dalam pemasangan, kondomnya bisa saja sobek. Untuk pemakaian KB pil memiliki kelebihan yaitu bisa digunakan oleh segala usia produktif namun apabila ibu lupa meminumnya maka kemungkinan besar kehamilan akan terjadi. Nah, yang terakhir bu’ yaitu AKDR yang biasa disebut dengan IUD. IUD ini memiliki keuntungan yaitu cocok untuk mencegah kehamilan dalam jangka panjang yaitu 10 tahun untuk jenis Copper T, tidak mengandung efek hormonal dan ibu tidak perlu khawatir akan “faktor lupa” seperti pada  penggunaan Pil, selain itu dapat diangkat kapan saja ibu mau. Kekurangannya yaitu terjadi  perdarahan pada awal pemasangan serta haid akan menjadi lebih lama dan lebih banyak. Bidan : Saya kira penjelasan saya sudah cukup bu, apa ibu bisa mengerti apa ada yang ditanyakan?  Bu Sukiyem: Iya bidan, saya mengerti ,jadi menurut ibu yang cook buat saya apa buk ? Bidan : ibu ingin nya jangka panjang atau jangka pendek ? Bu Sukiyem: anak saya kan sudah 4 buk, kalau bisa yang jangka panjang buk Bidan : iya buk, KB yang jangka panjang ada IUD dan Implan, mana yang ibu mau ? Ibu : saya mau yang IUD saja buk Bidan : baik, berarti ibu memilih IUD ya? Apakah suami ibu sudah setuju ibu memakai KB IUD? Pak Supaijo : Ya sudah bu pake’ itu saja, kan kamu juga nggak repot jadi kalau udah waktunya bisa kontrol lagi Bidan neneng : Sebentar bu, saya mau melakukan penapisan calon Pemakai iud, apakah diperbolehkan pak Bu? Pak Supaijo : Ya silahkan bu. Bidan neneng: Baik Bu, mohon maaf bu ibu terakhir haid kapan bu? Bu Sukiyem : Seminggu yang lalu Bidan Neneng : Itu bersih apa mens pertama? Bu Sukiyem : Bersih mbak , malah sudah keramas Bidan Neneng : Permisi ibu sedikit privasi, kapan Ibu Terakhir dipake berhubungan ibu? Pak Supaijo : Belum dipake e. Sebulan yang lalu Bu Sukiyem : Bapak ini malu lho ibu. Bidan Neneng : Ndak papa buk pak, Sebelumnya apa pernah nyeri perut bagian bawah, sampe keluar darah? Bu Sukiyem : Ndak pernah e bubidan Bidan Neneng: Dulu apa pernah haid sampe lebih dari 8 hari sama pas haid ini bolak-balik  pembalutnya penuh sampe ganti lebih 2x tiap 4 jam Bu sukiyem : ndak pernah bu Bidan neneng : Sebelumnya apa pernah nyeri perut sakit pas mens sampe ndak bisa gerak terus dikasih obat anti nyeri? Bu Sukiyem : Ndak pernah bu bidan Bidan Neneng : Pas ndak haid apa ibu pernah keluar flek darah sedikit atau permisi buk keluar darah setelah dipakai berhubungan ? Bu Sukiyem : Ndak bu Bidan Neneng : Pertanyaan terakhir bu, apa ibu ada yang punya riwayat sakit jantung bu, atau dikeluarga ibu ada yang punya riwayat sakit jantung ? Bu Sukiyem : Ndak ada mbak Bidan Neneng : Baik bu, tapi sebelumnya bapak dan ibu harus menandatangani informed concent. Pak Supaijo : Apa itu informed concent, bu bidan?”  Bidan Neneng : Ini adalah lembar persetujuan untuk penggunaan alat kontrasepsi KB, yang harus ditandatangani oleh pasangan suami istri yang akan menggunakan alat kontrasepsi KB. Maka dari itu, bapak dan ibu silahkan tanda tangan disini. Bapak dan Ibu Supaijo : Baiklah bu bidan. Bidan : baik bu, kita langsung pasang sekarang ya bu? Ibu : iya bu.. ( bidan dani pun langsung memasang IUD kepada ibu marni ) Bidan Neneng : Silahkan bangun ibu, sudah selesai, bagaimana perasaannya setelah menggunakan kontrasepsi ini, tapi mungkin belum terasa sekarang” mari silahkan kembali ke tempat duduk. Bu Sukiyem : Mudah  –   mudahan kontrasepsi yang saya gunakan cocok ya bu. Bidan Neneng : Ya semoga saja bu, 3 tahun lagi ibu harus kembali untuk melakukan kontrol evaluasi, tapi jika ibu merasa ada keluhan yang mengganggu bagi ibu, seperti nyeri   perut sakit bagian bawah, keluar keputihan berbau sama warna berbeda silahkan kembali  pada saat jam praktek, saya akan mengevaluasi keluhan ibu Sukiyem. Bu Sukiyem : Oh begitu ya bu, apa ada yang perlu saya lakukan lagi bu bidan? Bidan Neneng : Tidak ada ibu, semua prosedur sudah dilakukan, mungkin ada yang ingin ditanyakan lagi ibu atau bapak. Pak Supaijo : Bagaimana bu? Kita langsung pulang saja?”  Bu Sukiyem : Ya bu bidan sudah saja, terima kasih atas penjelasan dan jalan keluarnya, sekarang saya jadi lega bu bidan, jadi nggak takut kebobolan. Bidan Neneng : Ya sama  –   sama ibu, sudah menjadi tugas saya menjelaskan pada ibu dan  bapak, tapi keputusan tetap berada pada ibu dan bapak, jangan lupa ya kontrolnya. Bu Sukiyem : Baik bu bidan, kami pamit pulang.Terima kasih banyak bu bidan Bidan neneng : Sama sama bu, Pasutri : Asalamu alaikum Bidan neneng : Walaikum salam  Narator : Bu Sukiyem : Pak Supaijo : Bu Srikani : Bu Budan :
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks