of 16

Tesis Slide Dlm Bentuk Pdf

Description
1. Pakpak Bharat Pendadaran Tesis Aryanto Tinambunan 19202/PS/MEP/06 2. mengandung 1. asam catechin (memberikan pasca rasa manis & enak) Komoditi 2. asam catechu…
Transcript
  • 1. Pakpak Bharat Pendadaran Tesis Aryanto Tinambunan 19202/PS/MEP/06
  • 2. mengandung 1. asam catechin (memberikan pasca rasa manis & enak) Komoditi 2. asam catechu tanat (memberikan rasa pahit) Gambir kegunaan 3. dan quercetine (pewarna kuning) 1. Untuk makan sirih 2. Industri tekstil 3. Idustri kosmetik 4. Industri farmasi (obat-obatan) 5. Penyamak kulit 6. Bahan baku utama perekat kayu lapis dan papan partikel ekspor Perkembangan Ekspor Gambir Kering, 2000-2005 1. India 2. Pakistan 25 3. Bangladesh Sumber : Dirjen Bina Produksi, Dephut 22.67 4. Singapura 20 5. Malaysia 6. Jepang 15 7. Eropa 16.15 10 ekstrak 4.95 4.47 5 3.23 3.12 2.44 2.52 1.87 2.06 0 1.52 1.51 2000 2001 2002 2003 2004 2005 Volume (Ribu Ton) Nilai (US$ Juta)
  • 3. Latar Belakang Pengembangan tanaman gambir di Indonesia pada prinsipnya sangat prospektif. Pada tahun 2006, volume ekspor tercatat 622 ton dan perolehan devisa sebesar 700 ribu dolar AS. Sejalan dengan berkembangnya jenis-jenis barang industri yang memerlukan bahan baku dari gambir, maka kebutuhan akan gambir dalam industri semakin meningkat pula. India membutuhkan 6.000 ton gambir kering setiap tahun. Sementara ini, hasil panenan hanya ditampung oleh pedagang perantara yang selanjutnya akan memperdagangkan gambir keluar wilayah Pakpak Bharat. Sistem perdagangan yang belum jelas sangat merugikan petani gambir dan ini sudah berlangsung sejak tahun 1980-an sejak gambir Pakpak Bharat mulai dikenal luas. Akibatnya, pendapatan petani gambir sangat rendah yang berdampak luas pada rendahnya tingkat kesejahteraan petani. Prospek yang baik terhadap permintaan gambir, baik di dalam maupun di luar negeri belum dibarengi dengan peningkatan pendapatan petani maupun produktivitas. Rumusan
  • 4. Tujuan 1. Untuk menganalisis pendapatan petani gambir. 2. Untuk menghitung marjin pemasaran masing-masing bentuk output. 3. Untuk menghitung farmer’s share (bagian harga yang diterima petani) dari masing-masing bentuk output yang dijual. Manfaat 1. Sebagai bahan masukan bagi pemerintah daerah, terutama para pengambil keputusan maupun pelaksana pembangunan daerah dalam merumuskan perencanaan dan kebijakan pembangunan daerah khususnya yang berkaitan dengan pengembangan agribisnis gambir. 2. Sebagai bahan referensi bagi petani gambir di Kabupaten Pakpak Bharat dalam mengambil keputusan terkait pengembangan agribisnis gambir.
  • 5. ALAT ANALISIS 3. Farmer’s Share 1. Pendapatan Usahatani Gambir Bagian harga yang diterima Pendapatan usahatani diperoleh dari nilai petani atau farme’sr share produksi dikurangi biaya : adalah perbandingan rasio n antara harga yang harus FI = Y.Hy − ∑ Xi.Hxi dibayarkan oleh konsumen : i =1 Pf Fs = x100% Pq 2. Marjin Pemasaran 4. ANOVA Marjin pemasaran diperoleh dari perbedaan yang Dilakukan uji beda-rata terjadi pada setiap lembaga pemasaran : terhadap 3 bentuk output gambir Mi = Pri − Pfi πi = Mi − Ci
  • 6. Cara Penelitian Purposive. 58 orang petani, 7 orang pedagang pengumpul (semua) dan 1 orang pedagang besar. Teknik penarikan contoh acak sederhana digunakan karena petani-petani gambir di daerah tersebut dalam penggunaan teknologi, pola budidaya, panen dan pengolahan hasil cenderung sama atau homogen. Data : primer (wawancara, observasi) dan sekunder (dinas terkait)
  • 7. Tabel Biaya Produksi Usahatani & Pengolahan Gambir di Kab. Pakpak Bharat, 2007 (per hektar/tahun) Biaya Usahatani Biaya Pengolahan dari Daun menjadi Getah Basah (per ha/thn) : Tahun ke- (Rp) 1. Dandang 30 kg 200.000 No Uraian 2. Tel/sambung 70.000 0 1 2 3 4-10 3. Kayu bakar 250.000 1. Bibit 125.000 0 0 0 0 4. Air 0 2. Sewa lahan 150.000 150.000 150.000 150.000 900.000 5. Goni 8.000 3. Pembukaan & pengolahan 6. Tungku 15.000 520.000 0 0 0 0 lahan 7. Pengilangan/penjepit 250.000 4. Pembabatan/pembersihan 8. Perebusan HOK 1.140.000 392.000 0 0 0 0 lahan 9. Pengendapan & 5. Pembuatan lubang tanam & 50.000 0 0 0 0 Penirisan 1.680.000 penanaman 6. Pemeliharaan 3.613.000 0 1.390.000 1.000.000 850.000 6.100.000 7. Pembelian & Penyusutan Alat 845.000 0 16.000 20.000 164.000 Biaya Pengolahan dari Getah Basah menjadi Getah Kering (per ha/thn) : 8. Panen 0 0 1.125.000 2.531.250 19.687.500 1. Plastik penjemur 40.000 1.932.000 1.540.000 2.291.000 3.551.250 26.851.500 Jumlah 2. Rimpi 10.000 Keterangan : 3. Sendok makan 1.500 4. Gayung 2.500 1. Sumber : data primer (diolah) 5. Bambu 50.000 2. Biaya usahatani rata-rata per hektar per tahun : Rp3.013.800,- 6. Rotan 10.000 3. Frekuensi panen : tiga kali setahun 7. Pengangkutan 90.000 4. Umur ekonomis tanaman gambir : 10 tahun (Ermiati dan Rosmeilisa, 2001:72) 8. Pencetakan HOK 1.920.000 9. Pengeringan 870.000 2.994.000
  • 8. 2 1 Daun ± 30 kg Panen 1 3 1 - 1,5 jam Perebusan 2 3 4 4 Pengepresan 0,5 – 1 jam 5 Pengendapan 12 jam 5 6 6 Penirisan 10 - 15 jam 7 Pencetakan 25 - 30 menit/kg 7 8 2 - 7 hari Pengeringan 8 8 Gambar Urutan Proses Pengolahan Gambir di Kab. Pakpak Bharat, 2007
  • 9. Pendapatan Bersih A. Daun & Ranting Muda 1. Produksi (Kg/ha/tahun) 20.700 2. Harga per Kg (Rp) 700 3. Pendapatan per ha/tahun (Rp) 14.490.000 4. Biaya per ha/tahun (Rp) 3.013.800 5. Pendapatan bersih per ha/thn (Rp) 11.476.200 B. Getah Basah (Bubur) 1. Produksi (Kg/ha/tahun) 8.625 2. Harga per Kg (Rp) 2.400 3. Pendapatan per ha/tahun (Rp) 20.700.000 4. Biaya pengolahan (Rp) 3.613.000 5. Pendapatan bersih per ha/thn (Rp) 14.073.200 C. Getah Kering 1. Produksi (Kg/ha/tahun) 1.650 2. Harga per Kg (Rp) 15.000 3. Pendapatan per ha/tahun (Rp) 24.750.000 4. Biaya pengolahan (Rp) 2.994.000 5. Pendapatan bersih per ha/thn (Rp) 15.129.200
  • 10. Output Daun & ranting muda Getah basah (bubur) Getah kering (gambir) Petani Petani Petani Kilang pengolahan Pedagang pengumpul Pedagang pengumpul (di luar kabupaten) (diolah menjadi kering) Pedagang besar Pedagang besar (di Medan, Provinsi) Gambar Rantai Pemasaran Gambir di Kabupaten Pakpak Bharat, 2007 Eksportir (di Medan, Provinsi)
  • 11. Sebaran Harga Rata-rata Tabel Penyebaran Harga Rata-rata dan Marjin Pemasaran Komoditas Gambir Getah Kering (Produk Akhir) di Tabel Kabupaten Pakpak Penyebaran Harga Rata-rata dan Bharat, 2007 Marjin Pemasaran Komoditas Gambir Getah Basah (Bubur) di Nilai % dari Uraian Kabupaten Pakpak Bharat, 2007 (Rp/Kg) harga jual Petani : Harga jual 15.000 75,00 Pedagang Pengumpul : 1. Harga beli 15.000 75,00 2. Harga jual 16.200 81,00 Nilai % dari Uraian 3. Biaya pemasaran 75 0,38 (Rp/Kg) harga jual 4. Keuntungan 1.125 5,63 Petani : 5. Marjin pemasaran 1.200 6,00 Harga jual 2.400 90,57 Pedagang Besar : Pedagang Pengumpul : 1. Harga beli 16.200 81,00 1. Harga beli 2.400 90,57 2. Harga jual 20.000 100,00 2. Harga jual 2.650 100,00 3. Biaya pemasaran 1.000 5,00 3. Biaya pemasaran 50 1,89 4. Keuntungan 2.800 14,00 4. Keuntungan 200 7,55 5. Marjin pemasaran 3.800 19,00 5. Marjin pemasaran 250 9,43
  • 12. Farmer’s Share Petani yang Menjual Bubur/Getah Basah Fs = 90,57% Petani yang Menjual Getah Kering : Fs = 75%
  • 13. 4. ANOVA Multiple Comparisons 95% Confidence Interval Mean Difference (I) Produk (J) Produk (I-J) Std. Error Sig. Lower Bound Upper Bound Daun_RM G_Basah 257507.76 - -2.597E6* .000 -3113059.46 4 2080945.28 G_Kering 248106.48 - -3.653E6* .000 -4150218.74 1 3155785.75 G_Basah Daun_RM 257507.76 2597002.371* .000 2080945.28 3113059.46 4 G_Kering 195006.11 -1.056E6* .000 -1446800.85 -665198.90 0 G_Kering Daun_RM 248106.48 3653002.244* .000 3155785.75 4150218.74 1 G_Basah 195006.11 1055999.873* .000 665198.90 1446800.85 0 Post Hoc Tests Note : * : The mean difference is significant at the 0.05 level.
  • 14. 1. Pendapatan bersih dari daun dan ranting muda (tanpa pengolahan) adalah sebesar Rp11.476.200,- per ha/tahun, bentuk getah basah (bubur) sebesar Rp14.073.200,- per ha/tahun dan apabila menjual dalam bentuk getah kering diperoleh keuntungan sebesar Rp15.129.200,- per ha/tahun. 2. Saluran pemasaran gambir di Kabupaten Pakpak Bharat relatif cukup pendek dan sederhana, yaitu untuk output daun dan ranting muda adalah dari petani ke kilang pengolahan yang berada di luar Kabupaten Pakpak Bharat. Saluran pemasaran output getah basah adalah dari petani ke pedagang pengumpul (diolah) lalu dari pedagang pengumpul ke pedagang besar dengan marjin pemasaran sebesar 9,43%. Sementara saluran pemasaran output getah kering adalah dari petani ke pedagang pengumpul dan dari pedagang pengumpul ke pedagang besar dengan marjin pemasaran berkisar 6%-19%. 3. Bagian harga yang diterima petani yang menjual daun dan ranting muda adalah 100%, getah basah sekitar 90,57% dari harga di tingkat pedagang pengumpul dan bagi petani yang menjual getah gambir kering sebesar 75% dari harga di tingkat pedagang besar.
  • 15. Saran 1. Bagi petani dianjurkan agar tidak menjual dalam bentuk daun atau getah basah (bubur) karena untungnya lebih sedikit dibandingkan melanjutkan pengolahannya sampai menjadi gambir kering. 2. Rantai pemasaran yang relatif pendek dan marjin pemasaran yang cukup seimbang diantara lembaga pemasaran sehingga petani tidak terlalu dirugikan sehinga petani lebih memperhatikan kualitas dan produktivitas gambir. 3. Agar petani tidak hanya menerima harga dari pedagang pengumpul maupun pedagang besar, bisa dilakukan dengan mencari informasi pasar lain dengan membentuk kelompok tani atau koperasi sehingga mempunyai kekuatan dalam menentukan harga.
  • 16. fx~|tÇ 9 & gxÜ|Åt ^tá|{ ‹ Terima kasih kepada : 1. Bapak Dr. Soeratno, M.Ec selaku pembimbing; 2. Bapak Dr. Akhmad Makhfatih, M.A. dan Bapak Dr
  • We Need Your Support
    Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

    Thanks to everyone for your continued support.

    No, Thanks