of 31

TIPUS REFRAT 2

Description
Tipus Onkologi
Transcript
  BAB II TINJAUAN PUSTAKA A.   Kajian Teori Depot-Medroxyprogesterone Acetate (DMPA)    Depot-Medroxyprogesterone Acetate (DMPA) yaitu 6 Alfa- Medroxyprogesterone  yang digunakan untuk tujuan kontrasepsi parenteral, mempunyai efek progesteron yang kuat dan sangat efektif (Sarwono, 2014). Progesteron adalah hormon wanita yang diproduksi dalam tubuh dengan efek  progestogenik. Progesterone bertanggung jawab pada perubahan endometrium  pada paruh kedua siklus mestruasi. Progesterone menyiapkan lapisan uterus (endometrium) untuk penempatan telur yang telah dibuahi dan perkembangannya, dan mempertahankan uterus selama kehamilan (Manuaba, 2009). Dalam pengaruh LH folikel berubah menjadi korpus luteum. Korpus luteum terus memproduksi estrogen dan mulai menginduksi progesteron. Progesteron sangat diperlukan untuk perkembangan dari endometrium (implantasi dari telur yang sudah dibuahi), dan memacu kelenjar mamma (Sarwono, 2014). 1.1.1 Macam-macam kontrasepsi suntikan Progesteron 1.   Depot-Medroxyprogesterone mengandung 150 mg  Depot- Medroxyprogesterone Acetate (DMPA) diberikan 3 bulan sekali dengan cara disuntikkan intramuscular (IM). 2.   Depo Noretisteron Enantat mengandung 200 mg Norentindron Enantat diberikan setiap 2 bulan dengan cara disuntikkan intramuscular (IM). Keunggulan utama suntik progesterone adalah kesederhanaan cara  pemberian serta durasi kerja yang lama. Jadwal penyuntikan setiap 3 bulan lebih  banyak diminati, sedangkan interval yang lebih singkat kurang begitu disukai. Pada  pemakaian jangka panjang, Amenore menjadi hal yang menonjol. Secara kimia, progesteron dibagi menjadi 2 kelompok: 1.   Derivat progesteron: hidroksiprogesteron, medroksiprogesteron (depoprovera), megestrol, dan didrogesteron.  2.   Derivat testosteron: noretisteron (deponoristrerat), tibolon, norgestrel, linestrenol, desogestrel, gestoden dan alilestrenol. Semua zat ini memiliki efek androgen kecuali Alilestrenol. Linestrenol,  Noretisteron dan Tibolon berefek estrogen. Norgestrel, Desogestrel dan Gestoden memiliki efek antiestrogen yang kuat, begitu juga dengan Noretisteron, Linestrenol, Megestrol dan Medroksiprogesteron tetapi lebih lemah (Ganong, 2015). 1.1.2 Farmakokinetik  Depot-Medroxyprogesterone Acetate (DMPA) tersedia dalam sediaan mikrokristaline atau cair. Setelah 1 minggu penyuntikkan 150 mg, tercapai kadar  puncak, lalu kadarnya tetap tinggi untuk 2-3 bulan selanjutnya menurun kembali. Ovulasi mungkin sudah timbul setelah 73 hari penyuntikkan tetapi umumnya ovulasi baru timbul kembali setelah 4 bulan atau lebih. Pada pemakaian jangka lama tidak terjadi efek akumulatif dari  Depot-Medroxyprogesterone Acetate (DMPA)  dalam darah (Ganong, 2015). Mekanisme kerja  Depot-Medroxyprogesterone Acetate (DMPA)  1.   Primer Mekanisme kerja primer dari kontrasepsi suntikan  Depot- Medroxyprogesterone Acetate (DMPA)  adalah mencegah ovulasi. Pada pemakaian  Depot-Medroxyprogesterone Acetate (DMPA) , endometrium menjadi tipis dan atrofi dengan kelenjar-kelenjar yang tidak aktif. Dengan pemakaian jangka lama, endometrium menjadi semakin tipis. Perubahan tersebut akan kembali menjadi normal dalam waktu 90 hari setelah penyuntikkan  Depot-Medroxyprogesterone  Acetate (DMPA)  yang terakhir (Hartanto, 2003). 2.   Sekunder Mekanisme kerja sekunder kontrasepsi suntik  Depot-Medroxyprogesterone  Acetate (DMPA)  adalah sebagai berikut: a.   Lendir serviks menjadi kental dan sedikit, sehingga merupakan  barrier yang baik untuk spermatozoa.   b.   Membuat endometrium menjadi kurang baik sebagai tempat nidasi dari ovum yang sudah dibuahi. c.   Mempengaruhi kecepatan transport ovum di dalam tuba falopii. 1.1.3 Indikasi 1.   Usia reproduksi. 2.    Nulipara dan yang telah memiliki anak. 3.   Menghendaki kontrasepsi jangka panjang dan yang memiliki efektifitas tinggi. 4.   Menyusui dan membutuhkan kontrasepsi yang sesuai. 5.   Setelah abortus. 6.   Telah banyak anak, tetapi belum menghendaki tubektomi. 7.   Tekanan darah < 180/110 mmHg, dengan gangguan pembekuan darah atau anemia bulan sabit. 8.   Menggunakan obat epilepsi. 9.   Tidak dapat menggunakan kontrasepsi yang mengandung estrogen. 10.   Sering lupa menggunakan kontrasepsi pil. 11.   Anemia defisiensi besi. 12.   Mendekati usia menopause yang tidak mau atau tidak boleh menggunakan kontrasepsi pil kombinasi (Saiffudin,2006). 1.1.4 Kontraindikasi 1.   Hamil atau diduga hamil. 2.   Perdarahan akibat kelainan ginekologi atau perdarahan dari liang senggama yang tidak diketahui penyebabnya. 3.   Adanya tanda-tanda tumor/ keganasan. 4.   Adanya riwayat penyakit jantung, hati, tekanan darah tinggi, kencing manis (penyakit metabolisme), paru berat. 1.1.5 Keuntungan 1.   Sangat efektif.  2.   Pencegahan kehamilan jangka panjang. 3.   Tidak berpengaruh pada hubungan suami-istri. 4.   Tidak mengandung estrogen sehingga tidak berdampak serius terhadap  penyakit jantung, dan gangguan pembekuan darah. 5.   Tidak memiliki pengaruh terhadap ASI. 6.   Sedikit efek samping. 7.   Klien tidak perlu menyimpan obat suntik. 8.   Dapat digunakan oleh perempuan usia > 35 tahun sampai  premonopause. 9.   Membantu mencegah kanker endometrium dan kehamilan ektopik. 10.   Menurunkan kejadian penyakit radang panggul. 11.   Mencegah beberapa penyebab penyakit radang panggul. 12.   Menurunkan krisis anemia bulan sabit. 2. Estradiol Estradiol adalah hormon seks yang ada pada pria dan wanita, dan merupakan bentuk yang paling penting dari estrogen pada manusia. Estradiol adalah hormon seks yang ada pada pria dan wanita, dan merupakan bentuk yang  paling penting dari estrogen pada manusia. Pada wanita memainkan peran kunci dalam pengembangan dan fungsi system reproduksi, serta pertumbuhan tulang tertentu. Hal ini juga mengatur distribusi lemak tubuh pada wanita dan merupakan hormon utama yang bertanggung jawab atas fakta bahwa rata-rata perempuan lebih  pendek dari laki-laki. Kedua ovarium dan kelenjar adrenal memproduksinya. Hormon estrogen adalah hormon seks yang diproduksi oleh ovarium untuk merangsang pertumbuhan organ seks, seperti payudara dan rambut pubik, mengatur siklus menstruasi. Hormon estrogen juga menjaga kondisi kesehatan dan elastisitas dinding vagina, serta memicu produksi cairan vagina. Mereka juga  berperan menjaga tekstur dan fungsi payudara (Sarwono, 2014). Pada perempuan hamil, hormon estrogen membuat puting payudara membesar, dan merangsang pertumbuhan kelenjar ASI. Selain itu, hormon estrogen
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks