of 4

Tugas Bahasa

Description
bahasa
Transcript
    1.   Awalan (Prefiks)  Prefiks adalah imbuhan-imbuhan yang diletakan pada awal kata dasar. Imbuhan-imbuhan yang termasuk ke dalam awalan (prefiks) adalah: me-, ber-, ke-, di-, pe-, dan ter-    Me- Awalan me- bisa berubah menjadi beberapa macam bentuk diantaranya adalah men-, meng-, meny-, mem-, dan menge-. Perubahan-perubahan tersebut tergantung dengan kata dasarnya dan makna yang akan dibentuk. Di bawah ini adalah makna-makna dari imbuhan me-: Menyatakan suatu perbuatan aktif: mengambil, menyiram, mengesampingkan, mempertahankan.    Ber- Awalan ber- mempunyai beberapa macam perubahan yaitu bel- dan ber-. Perubahan- perubahan tersebut tergantung dengan kata dasarnya. Aturan perubahan imbuhan ber- adalah sebagai berikut: Jika kata dasar diawali dengan huruf r atau er, maka menjadi be- contoh: ber- + riak = beriak, ber- + rekreasi = berekreasi Jika kata dasarnya ajar, maka imbuhannya berubah menjadi bel- contoh: ber + ajar = belajar Imbuhan ber- memiliki beberapa macam makna yaitu: Menyatakan kepunyaan : Beranak, berotot, beruang Menyatakan penggunaan : Bersepeda, bermotor Menyatakan kegiatan : bertelur, berkarya, bekerja Menyatakan jumlah : Berdua, bertiga Menyatakan suasana hati: bersedih, berbahagia, dan lain-lain.    Ke- Awalan ke- tidak memiliki bentuk perubahan khusus, tetapi memiliki makna sebagai  berikut: Menyatakan urutan : kesatu, kedua, ketiga, dst.       Di- Imbuhan di- adalah kebalikan dari imbuhan me- yang membentuk kata dasar  bermakna pasif. Contoh: di + siram = disiram, dilihat, dipukul    Ter- Imbuhan ter- sama dengan imbuhan di- yang membentuk kata kerja pasif. Namun, imbuhan ter- cenderung menyatakan perbuatan yang tidak disengaja. Selain kata kerja  pasif, imbuhan ter- juga memiliki makna sebagai berikut: Contoh: Menyatakan sifat: Terpandai, terbaik, terhebat Menyatakan ketidaksengajaan: Terbawa, tertinggal Menyatakan keadaan telah: tertutup, terbuka, terkunci Menyatakan kegiatan tibaa-tiba: tertawa, terjatuh    Pe- Awalan pe- memiliki macam-macam perubahan bentuk seperti yang terjadi pada awalan me- yaitu: peng-, penye-, per-. Makna dari Imbuhan pe- adalah sebagai  berikut: Menyatakan pelaku, penyebab: pembaca, penulis, pengajar, pemanis, pemutih Menyatakan pekerjaan: perpanjang, perlambat, percantik Menyatakan alat: penghapus, penggaris, pengasah Menyatakan sifat: pemalu, pemaaf    Se- Imbuhan se- membentuk kata dasar memiliki makna antar lain: Menyatakan satu: selembar, sepotong, sebiji Menyatakan keseluruhan: sekelas, sekampung, sekota Menyatakan sifat: sepandai, secantik, sebesar 2.   Sisipan (infiks)  Sisipan adalah imbuhan yang diletakan di tengah-tengah kata dasar. Bentuk-bentuk sisipan antara lain  –  el-, -em-, dan  –  er-.    Contoh: -em- + getar = gemetar, -el- + tali = temai Imbuhan infiks membentuk kata dasar yang memiliki makna sebagai berikut: Menyatakan intensitas dan jumlah: gemetar, gemerincing, temali Menyatakan sifat: temurun, telunjuk, gelembung, gemetar 3.   Akhiran (sufiks)  Akhiran sufiks adalah imbuhan yang diletakan pada akhir kata dasar. Ada beberapa macam bentuk imbuhan sufiks, diantaranya adalah  –  kan, -I, -an, -kah, -tah, dan  –   pun.    -kan Imbuhan kan memberikan kata dasar memiliki makna sebagai berikut: Menyatakan perintah: Dengarkan, ambilkan, pejamkan    -I Akhiran  –  I membetuk kata dasar menjadi kata yang bermakna sebagai berikut: Menyatakan perintah: turuti, kuliti, gelitiki    -an Akhiran  –  an membentuk kalimat menjadi bermakna sebagai berikut: Menyatakan tempat: lapangan, kubangan, pangkalan Menyatakan alat: timbangan, garisan Menyatakan suatu hal atau objek tertentu: gambaran, lukisan, lamaran, didikan Menyatakan keseluruhan: lautan Menyatakan bagian: satuan, kiloan, tahunan, mingguan Menyatakan kemiripan: mobil-mobilan, kuda-kudaan    -kah, -tah Akhiran  –  kah dan -tah membentuk kata dasar sehingga memiliki makna: Menyatakan penegasan dalam pertanyaan: bukankah, sulitkah, mudahkah, iyatah, rugitah, panjangtah    -pun Akhiran  –   pun membentuk kata dasar yang bermakna: Memiliki makna seperti “juga”: merekapun, diapun, sayapun      4.   Awalan-akhiran (Konfiks)  Konfliks adalah imbuhan yang diletakan pada bagian awal dan akhir kata. Imbuhan-imbuhan konfiks diantaranya adalah me-kan, pe-an, ber-an, se-nya.    Me-kan, Me-i Imbuhan me-kan bisa berubah menjadi memper-kan, menye-kan. Imbuhan-imbuhan tersebut memiliki makna sebagai berikut: Menyatakan kegiatan aktif: mengirimkan, memantulkan, menggembirakan, menelatarkan, mengirimi, meyambangi, dll.    Di-kan, Di-i Imbuhan di-kan dan di-i memiliki makna yang sama dengan imbuhan me-kan, tetapi imbuhan ini membentuk kata kerja pasif. Contoh: Dikirimkan, dipantulkan, digembirakan, ditelantarkan, dikirimi, dilempari, dll.    Pe-an Imbuhan pe-an membentuk kata dasar sehingga memiliki makna sebagai berikut: Menyatakan suatu hal atau perbuatan: pendidikan, pengangguran, perampokan,  pemeriksaan. Menyatakan suatu proses: Pendaftaran, pembentukan, pembuatan. Menyatakan tempat: penampungan, pemandian, pegunungan.    Se-nya Imbuhan se-nya membentuk kata dasar sehingga memiliki makna sebagai berikut: Menyatakan tingkatan atau pengulangan: Sebaik-baiknya, sebagus-bagusnya, secantik-cantiknya
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks