of 20

WAWASAN 20 April 2018

Description
l Jumat Kliwon l 20 April 2018 TAHUN KE-33 NO: 27Harga Eceran Rp 3.000 Harga Langganan Rp 70.000DI BALIK PUING: Warga mencari barang-barang yang masih bisa…
Transcript
l Jumat Kliwon l 20 April 2018 TAHUN KE-33 NO: 27Harga Eceran Rp 3.000 Harga Langganan Rp 70.000DI BALIK PUING: Warga mencari barang-barang yang masih bisa diselamatkan di balik puing-puing bangunan yang roboh, pascagempa tektonik dangkal dengan kekuatan 4,4 SR, di Desa Kertosari, Kalibening, Banjarnegara, Kamis (19/4). n Foto: AntaraRibuan Warga Masih Ngungsi n Dampak Gempa BanjarnegaraGempa Susulan Relatif KecilBANJARNEGARA - Pascagempa bumi, ribuan warga di Kecamatan Kalibening, Banjarnegara masih berada di pengungsian. Data yang diperoleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, terdapat 455 Kepala Keluarga (KK) yang belum kembali ke rumah. “Mereka tinggal di empat titik pengungsian,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencama Daerah (BPBD) Banjarnegara Arief Rahman, Kamis (19/4) malam. Dipaparkan, terdapat 1.993 warga yang berada di pengungsian di empat desa. Masing-masing 116 KK yang terdiri dari 530 jiwa berada di pengungsian Desa Kasinoman, 149 KK yang terdiri dari 650 jiwa di Desa Bersambung ke hal 7 kol 3JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut gempa tektonik di Banjarnegara, semakin stabil. BMKG mengatakan potensi gempa yang lebih besar sangat kecil. “Dengan memperhatikan gempa susulan yang magnitudo kekuatannya jauh lebih kecil dari gempa utama, jadi gempa utamanya 4,4, gempa susulannya 2,6, maka tampak bahwa kondisi gempa ini semakin stabil. Sangat kecil potensi terjadi gempa susulan yang lebih besar,” ujar Kepala BMKG Dwikorita Karnawati di kantor BMKG Kemayoran, Jakarta, Kamis (19/4). Pantauan BMKG hingga kemarin pukul 15.00 WIB, tercatat hanya sekali gempa susulan dengan kekuatan 2,6 Magnitudo, yang terjadi pada Rabu pukul 23.32 WIB. BMKG meminta masyarakat Banjarnegara dan sekitarnya tetapGOTONG ROYONG : Warga bersama anggota TNI bergotong royong memperbaiki wilayah di Kecamatan Kalibening, Banjarnegara yang terkena gempa bumi. n Foto: Joko Santoso-yanBersambung ke hal 7 kol 3Guru Tampar Murid dan Minta Direkam Pilar Religius dan Nasionalis Oleh: Dr H Noor Achmad MA Sekretaris Dewan Pertimbangan MUIFoto: DokLAHIRNYA NKRI adalah berkah kesadaran penuh elemen agamis dan nasionalis untuk saling bergandeng tangan dan menghindari ego sektoral masing-masing. Kedua elemen Bersambung ke hal 7 kol 3PURWOKERTO – Dunia pendidikan kembali tercoreng dengan ulah oknum pendidik yang tidak cerdas. LK, guru mata pelajaran teknik komputer di sebuah sekolah kejuruan (SMK) di Purwokerto menampar dengan sangat keras muridnya, L, siswa kelas XI, hanya gara-gara yang bersangkutan terlambat masuk kelas usai jam istirahat. Tidak hanya menampar dengan sengaja, sang guru bahkan meminta murid-muridnya untuk merekam kejadian tersebut, mulai dari saat ia mengelus kepala L, kemudian menamparnya.Video tersebut saat ini menjadi viral di media sosial dan mendapat banyak kecaman.Wakil Kepala Sekolah tempat L belajar, Inayah Rohmawati, Kamis (19/4) membenarkan adanya peristiwa pemukulan tersebut. Menurutnya, peristiwa tersebut terjadi pukul 11.00 WIB. Saat itu, siswa baru saja istirahat kedua. L terlambat masuk ke kelas, karena ia habis makan di kantin sekolah. L sudah sering terlambat masuk ke kelas, sehingga membuat guru LK berang. Kemudian terjadilah peristiwa yang di video tersebut. Setelah kejadian tersebut, L langsung dibawa ke ruang UKS dan tadi sudah dilakukan mediasi antara guru dan sisBersambung ke hal 7 kol 1VIRAL: Video adegan kekerasan guru ke murid di Purwokerto yang viral di dunia maya kemarin. n Foto: dtcFestival Makanan Tradisional PemalangRambah Film Horor SUDAH beberapa genre film yang dimainkan oleh Amanda Rawles. Tidak hanya film bergenre drama, kini gadis 19 tahun ini mulai merambah ke film horor. Film berjudul ‘Jailangkung 2’ ini akan menguji akting Amanda yang berperan sebagai Bella. Dalam film garapan sutradara Jose Poernomo dan Rizal Mantovani ini menceritakan peristiwa dari masa lalu ayah Bella, Ferdi (Lukman Sardi) yang masih misteri. Bersambung ke hal 7 kol 1Jajan Kampleng, Growol Pakai Uang Klithik Kuliner jadul (jaman dulu) memang sudah banyak yang hilang. Untuk mengingatkan dan melsetarikan kuliner tersebut, Pemalang menggelar festival makanan tradisional. AROMA kemenyan yang semerbak diiringi suara gamelan di bawah rerindangan pohon, seolah menciptakan suasana tersendiri, terlebih puluhan penjual makanan tradisional yang berjajar di sepanjang jalan Benowo Park Desa Penggarit Kecamatan Taman menggunakan pakaian tradisional dan bertopi caping. Sesekali sejumlah anak yang bermain egrang, kembali menguatkan suasana klasik zaman tempo dulu. Foto: Dtc Itulah suasanayang ada dalam Festival Makanan dan Jajanan Tradisional Kamis Wage pada Kamis (19/4). Bahkan panitia dari pihak desa dan BUMDes sengaja tidakmenggunakan uang tunai dalam transaksi, namun uang klithik yang dibeli seharga Rp 2000/keBersambung ke hal 7 kol 1KULINER TRADISIONAL: Festival Makanan dan Mainan Tradisional digelar di Pemalang kemarin. n Foto: Probo Wirasto-yanExit Toll Pekalongan Molor PEKALONGAN- Pembangunan exit tol di Kota Pekalongan belum tuntas, sehingga dipastikan Lebaran mendatang belum bisa difungsikan. Diperkirakan baru bulan Juli exit tol tersebut tuntas dibangun. Hal ini menyusul masih diperlukan dana tambahan sebesar Rp 10 miliar. Dana itu untuk membebaskan tanah yang akan dijadikan persimpangan di Jalan Dokter Soetomo (Jalur Pantura). Kepala Bappeda Kota Pekalongan, Anita, kepada wartawan, Kamis (19/4), mengaku kekurangan dana itu akan diusulkan ke Kementeraian PU mengingatBersambung ke hal 7 kol 1Jumat Kliwon, 20 April 2018Gawai, Jangan Menambah GaweGempa Kecil yang Menghancurkan TIBA-TIBA saja ada gempa di daerah Kecamatan Kalibening Banjarnegara. Tentu ini mengagetkan, karena selama belasan tahun atau bahkan lebih dari 20 tahun, tak pernah terdengar ada gempa bumi di Banjarnegara. Tetapi ini tiba-tiba terjadi dan merusakkan ratusan rumah, mengakibatkan tiga orang tewas (ada informasi juga hanya satu atau dua orang yang tewas), dan ratusan orang harus mengungsi. Pasti ini sesuatu yang amat mengagetkan, mengingat, bencana yang sering terjadi di Banjarnegara adalah tanah longsor. Juga di sekitar daerah tersebut. Tetapi kali ini gempa bumi, dan bukan gempa vulkanik, yang merupakan akibat aktivitas vulkanik di Dataran Tinggi Dieng. Gempa yang terjadi adalah gempa tektonik, akibat bergesernya patahan bumi. Gempa terjadi pukul 13.28 dengan episentrum 52 km utara Kebumen di kedalaman 4 km dengan kekuatan 4,4 skala Richter. Sebuah peristiwa gempa bumi yang sebenarnya tidak terlalu besar dari ukuran kekuatan. Namun, dengan kedalaman yang hanya 4 km dan pusat gempa sekitar 52 km di utara Kebumen, dampaknya menjadi demikian terasa. Gempa ini sepenuhnya terjadi di darat. Pasti tidak menimbulkan tsunami. Namun kerusakan yang terjadi ternyata cukup besar. Seratusan rumah hancur, ada korban tewas, dan ratusan harus mengungsi. Padahal, dalam hitungan efek gempa, 3.0-3.9 sR Seringkali terasa, namun jarang menimbulkan kerusakan, Kemudian 4.0-4.9 sR dapat diketahui dari bergetarnya perabot dalam ruangan, suara gaduh bergetar. Kerusakan tidak terlalu signifikan. 5-5.9 sR Dapat menyebabkan kerusakan besar pada bangunan pada area yang kecil. Umumya kerusakan kecil pada bangunan yang didesain dengan baik. Bila sudah mencapai 66.9 sR Dapat merusak area hingga jarak sekitar 160 km. Pada kasus gempa Aceh tercatat hingga 9 sR, dan kita tahu bagaimana dampaknya. Ya, satu hal, gempa itu tidak terlalu besar tetapi cukup memberikan dampak kerusakan dan korban jiwa. Bahkan, Banjarnegara menetapkan masa siaga darurat selama tujuh hari. Yang pasti memang, tindakan segera dilakukan. Penyelamatan warga pasti yang utama, perawatan di rumah sakit bagi yang harus mondok, harus mendapatkan penanganan yang baik. Mereka yang berada di pengungsian juga harus diberikan perhatian memadai. Kalau mungkin, jangan terlalu lama di pengungsian. Dan, pengungsian arus segera dilengkapi dengan fasilitas memadai seperti kebutuhan air untuk MCK, toilet, kamar mandi. Tentu saja dengan piranti-pirantinya, mengingat rumah mereka hancur berantakan. Yang juga harus diperhatikan adalah anak-anak sekolah yang akan menempuh ujian akhir, khususnya anak-anak SD. Selain anak-anaknya yang disiapkan baik mental maupun fisiknya, tentu saja adalah sekolah atau tempat ujiannya. Jangan sampai anak-anak tidak bisa ujian akibat adanya bencana ini.Pemerintah Kabupaten Banyumas dan Pemerintah Provinsi Jateng pasti sudah tanggap untuk bsia segera mengatasi atas terjadinya bencana ala mini. Warga yang menjadi korban diharapkan bisa menenangkan diri, karena dengan bersikap lebih tenang, permasalahan yang muncul bisa diselesaikan dengan lebih baik. Kepada masyarakat atau lembaga yang berkenan silakan memberikan bantuan untuk meringankan para korban. Dan yang penting, jangan datang ke lokasi untuk melihat dampak gempa, tetapi sekadar untuk berwisaata. Ini kawasan bencana bukan tujuan wisata. Kita mesti berempati.■Warga binaan LP tak paham tahapan pilgub. Tahapan distribusi narkoba malahan paham. *** Pemerintah menambah masa libur Lebaran. Nikmatnya hidup di negeri penuh prei(Lebaran tanpa prei pun tetap dinikmati)Erna Widayanti SPd SDDi era milenial seperti saat ini, teknologi berkembang kian pesat. Salah satu indikatornya bisa dilihat dari massive -nya peluncuran berbagai merek dan tipe gawai. Produsen berlomba- lomba menawarkan gawai dengan spesifikasi teknologi yang canggih tetapi tetap mempertimbangkan daya beli masyarakat di Indonesia. Sebagai akibatnya, hampir semua lapisan masyarakat memiliki gawai, tidak hanya orang dewasa tetapi anakanak pun sudah dikenalkan bahkan memiliki gawai sendiri. Apa itu gawai? Menurut kamus besar bahasa Indonesia, gawai diartikan sebagai perkakas, saat ini kata gawai digunakan sebagai sebutan untuk gadget di Indonesia. Seperti halnya uang,kepemilikan gawai mempunyai dampak positif dan negatif. Salah satunya kita dapat mengakses berbagai informasi, berkomunikasi, bahkan berbelanja hanya dari gawai kita tanpa perlu keluar rumah. Meskipun demikian kepemilikan gawai juga harus dibarengi dengan penggunaan yang bijaksana, jika tidak akan berdampak buruk bagi penggunanya terutama untuk anak-anak usia sekolah. Sebagai contoh yang terjadi di awal bulan Januari 2018 yaitu kasus dua pelajar di Bondowoso Jawa Timur, yang tidak mau bersekolah selama berbulan-bulan dan mengalami gangguan jiwa hingga harus dirawat di poliklinik jiwa RSUD Dr. Koesnadi Bondowoso akibat kecanduan gawai Gawai seperti pisau bermata dua yang bisa berdampak positif atau negatif bagi siswa. Anakanak usia sekolah memang rentan terhadap pengaruh negatif sehingga membutuhkan pengawasan dan bimbingan dari orangorang di sekitar mereka. Pada usia tersebut siswa dikatakan belum mampu memilah secara bijak penggunaan dan pemanfaatan gawai sehingga diperlukan bimbingan dari orang tua dan guru. Saat ini banyak orang tua yang memberikan fasilitas gawai kepada anak-anaknya bahkan ketika mereka masih usia sekolahdasar. Jika dulu anak-anak lebih sering bermain diluar bersama teman-temannya, maka berbeda dengan sekarang. Anak-anak duduk dan asyik dengan gawai mereka masing-masing menjadi pemandangan yang biasa kita jumpai. Namun perlu diwaspadai ketika anak mulai terlalu lama bermain dengan gawai mereka. Terlebih jika hal tersebut sampai mengganggu rutinitas mereka yang lainnya. Adanya gawai ini bisa menambah gawe guru dan orangtua, karena biasanya anak menjadi enggan meninggalkan gawai mereka untuk kegiatan lain seperti mandi, makan, dan belajar, bahkan untuk keluar rumah dan bermain bersama temanteman pun tidak mau. Bagi orang tua, hal tersebut dirasa meresahkan. Jika hal tersebut masih terus berlanjut, maka bukan tidak mungkin akan menurunkan kemampuan akademik anak di sekolah. ■ Mengganggu Masalah yang timbul ketika anak mulai kecanduan gawai juga dapat mengganggu aktivitas belajar mereka di sekolah. Diantaranya, anak menjadi kurang konsentrasi ketika menerima pelajaran yang disampaikan oleh guru karena lebih memikirkan gawai mereka. Anak yang seperti itu, biasanya ingin jam sekolahsegera berakhir dan berada di rumah untuk bermain gawai. Pada tingkat kecanduan yang lebih akut, anak berani melanggar peraturan sekolah untuk tidak membawa gawai demi dapat selalu bermain dengan gawainya. Jika sudah sampai demikian, maka hal tersebut menjadi PR bukan hanya bagi guru tetapi juga bagi sekolah. Mengenalkan anak dengan gawai bukanlah hal yang salah, karena kemajuan teknologi tidak dapat kita hindari. Sudah menjadi kodrat bagi anak untuk tumbuh dan berkembang sesuai zamannya. Akan tetapi orang tua harus bijaksana dalam memberikan akses gawai kepada anak guna menghindarkan anak dari kecanduan gawai maupun efek negatif lain yang ditimbulkan. Hal tersebut dapat dilakukan dengan membatasi durasi penggunaan gawai, mengawasi anak dalam mengakses konten-konten yang ada, serta mengarahkan anak untuk mengakses kontenkonten positif dapat menjadi filter agar terhindar dari konten-konten atau informasi yang negatif. Meningkatkan peran anak di dalam keluarga juga dapat dilakukan untuk mengalihkan perhatian anak dari gawai. Penulis, guru SDN 5 Tubanan, Kembang Jepara.Pesantren yang TerlupakanPADA zaman serba modern canggih dan maju , masyarakat pada umumnya mempunyai pola pikir hedonis (glamor) dan materialistik (diukur materi dan uang) serta persaingan teknologi manusia dituntut untuk lebih berkembang khususnya dalam ilmu pengetahuan. Namun penguasaan ilmu pengetahuan tanpa dibarengi dengan moral yang baik, akan menimbulkan dampak buruk bagi kehidupan manusia bahkan cenderung mengabaikan nilainilai keagamaan dan kemanusiaan. Dampaknya sangat terasa manusia lebih cenderung mencari kebahagiaan dunia yang akhirnya masyarakat lebih tertarik membekali anaknya dengan pengetahuan umum saja tanpa diimbangi pendidikan agama . Ironisnya setelah anaknya berhasil dari segi intelektualnya tapi krisis moral maka akan muncul persoalan , kekerasan antarkelompok ,tawuran sampai minuman keras karena tiada landasan agama dan keimanan yang ditanamkan pada generasi muda.ditambah lagi dengan kesibukan orangtua dengan aktivitas pekerjaan mulai pagi sampai malam membuat anak kurang perhatian,kasih sayang yang tanpa disadari anak-anak tumbuh besar menjadi manusia yang berjiwa kosong tanpa iman,Oleh: Titik Sumiati SPd.I bebas bergaul karena tiada yang mengingatkan,sebagian orang tua zaman sekarang juga masih banyak yang berpikir kalau masuk pesantren tidak akan punya masa depan yang jelas, kekhawatiran tidak mempunya skill tidak bisa memperoleh pekerjaan yang layak dan ketinggalan zaman Tapi pada kenyataan yang terjadi di era sekarang kemerosotan moral anak dikarenakan kurangnya keimanan yang dimiliki , sehingga membentuk pribadi yang kosong spiritual dan akan bertindak diluar batas norma –norma yang ada. Penyebab rusaknya moral bangsa pada saat ini adalah pengaruh budaya luar,kurangmya penanaman nilai agama dan sistem pendidikan yang hanya identik mengedepankan ilmu duniawi saja.maka dibutuhkan sebuah Pendidikan yang mampu mempertahankan dan mengembangkan Karakter yang dapat menjadi teladan bagi yang lain. semisal pesantren. Pesantren secara etimologi Pesantren berasal dari kata “santri” yang mendapat sufiks atau tambahan secara konfiks. yaitu imbuhan pada awalan dan akhiranya.maka artinya tempat tinggal santri,sedangkan secara terminologi Pesantren adalah sebuah asrama pendidikan tradi-sional,dimana para siswanya semua tinggal bersama dan belajar dibawah bimbingan guru yang disebut kyai dan mempunyai asrama untuk tempat menginap santri,santri tersebut berada dalam komplek yang juga menyediakan masjid untuk beribadah ,ruang untuk belajar dan kegiatan keagamaan lainya.komplek ini dikelilingi oleh tembok untuk dapat mengawasi keluar masuknya santri sesuai dengan aturan yang berlaku. Sebagai lembaga pendidikan tertua di Indonesia pesantren tidak hanya menye- lenggarakan pendidikan berciri khas keagamaan saja tapi juga mempunyai peran penting bagi generasi penerus bangsa sebagai berikut: Pertama, membentuk kepribadian lewat penerapan pendidikan Islam.peran kultur pesantren telah diakui oleh banyak pihak bahkan sampai sekarang, karena sistem pendidikanya benar-benar memperhatikan pendidikan etika dan moral yang tinggi,contoh nilainilai Islam yang diajarkan yaitu Keikhlasan,Keteladanan,tirakat,t awadhu’ Istiqomah dan lain sebagainya. Kedua, sebagai benteng moralitas bangsa. Pesantren bukan sekedar pendidikan yang mendidik otak atau keilmuan sajatapi juga membangun jiwa anak dengan pendididika agama yang kuat sehingga tidak mudah terpengaruh dengan perkembangan zaman dan arus globalisasi seperti saat ini . Ketiga, Pemantauan dalam pendidikan berkarakter lebih ditekankan.Sebagai lembaga pendidikan yang berciri khas keagamaan maka melalui sifat dan pendidikan yang dimilikinya. Pesantren adalah lembaga yang tidak Cuma mengajarkan kecerdasan inteleqtual saja tapi juga mengajarkan kecerdasan spiritual, dan emosional sehingga benar-benar mencetak generasi-generasi yang berkarakter. ■ Penulis, guru SD 1 Peganjaran, Bae, Kudus.Mencetak Guru Berprestasi Oleh : Lufia Krismiyanti SSiGDicetak oleh : PT Temprina Media Grafika Semarang. Jalan Perintis Kemerdekaan No. 77 Semarang 50264.URU sebagai pengajar dan pendidik adalah prajurit terdepan yang bertugas untuk membekali life skill dan sikap anak bangsa. Begitu penting dan strategisnya profesi ini hingga pemerintah melalui kementrian Pendidikan dan Kebudayaan berusaha keras untuk meningkatkan kompetensi guru pada berbagai aspek. Salah satunya dilakukan melalui penyelenggaraan pemilihan guru berprestasi secara berjenjang mulai dari tingkat satuan pendidikan hingga tingkat nasional. Pedoman pemilihan guru berprestasi tahun 2018 menyatakan bahwa kegiatan ini diselenggarakan untuk meningkatkan kompetensi guru di Indonesia. Peningkatan kompetensi ini diharapkan akan berdampak positif terhadap karier guru dan mutu pendidikan. Program ini merupakan implementasi UU No 14 tahun 2005 tentang Gurudan Dosen yaitu “Guru yang berprestasi, berdedikasi luar biasa, dan/atau bertugas di daerah khusus berhak memperoleh penghargaan.” Guru berprestasi adalah guru yang memiliki kinerja lebih dari guru lain, memiliki kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional yang mampu memenuhi Standar Nasional Pendidikan dan menjadi suri teladan bagi peserta didik sesama pendidik, tenaga kependidikan, orangtua/wali peserta didik, dan masyarakat sekitar. Seorang guru dikatakan memiliki kompetensi pedagogik baik apabila memiliki kemampuan mengelola pembelajaran peserta didik yang meliputi pemahaman terhadap peserta didik, perancangan dan pelaksanaan pembelajaran, evaluasi hasil belajar, dan pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya. Secara teknis kompetensi ini dapat diartikan guru harus mampu menyusun dan berinovasi mengembangkan perangkat pembelajaran, melaksanakan pembelajaran yang dibuktikan dengan rekaman hasil belajar peserta didik, serta pembimbingan peserta didik untuk mengembangkan potensinya baik melalui kegiatan kokulikuler maupun ekstrakurikuler.Kompetensi kepribadian adalah kemampuan personal berupa kepribadian yang mantap, stabil, dewasa, arif, dan berwibawa, menjadi teladan bagi peserta didik dan masyarakat, dan berakhlak mulia. Kompetensi ini melihat profil diri dan keluarga yang dimiliki guru tersebut. Gaya guru bersikap, berpenampilan, dan berkomunikasi secara umum mewakili kompetensi ini. Kompetensi sosial adalah kemampuan guru sebagai bagian dari masyarakat dalam berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan peserta didik, sesama pendidik, tenaga kependidikan, orangtua/wali peserta didik, dan masyarakat sekitar. Pencapaian kompetensi ini secara teknis diwakili dengan adanya form penilaian pada kegiatan pembimbingan teman sejawat ataupun keterlibatan guru dalam berbagai kegiatan dalam forum guru dan masyarakat sekitar. Kompetensi profesional adalah kemampuan penguasaan materi pembelajaran secara luas dan mendalam yang memungkinkan guru dapat membimbing pes
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks